Korban tewas akibat longsor di Indonesia meningkat menjadi 126 orang

Pemandangan umum ini menunjukkan puing-puing tertinggal di kota Adonara di Flores Timur pada 4 April 2021, setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan timur Indonesia dan negara tetangga Timor Leste. (Foto oleh Joy Christian / AFP) (Foto oleh JOY CHRISTIAN / AFP via Getty Images)

Korban tewas akibat tanah longsor di timur Indonesia telah meningkat menjadi 126 dengan sejumlah masih hilang, kata para pejabat Rabu, karena hujan terus mengguyur wilayah itu dan menghambat pencarian.

Kabupaten Flores Timur di pulau pulau Adonara mengalami kerugian tertinggi dengan 67 mayat ditemukan sejauh ini dan enam hilang. Lumpur berjatuhan dari bukit-bukit sekitarnya pada Minggu pagi, membuat orang tertidur. Beberapa tersapu banjir bandang setelah hujan semalam menyebabkan sungai meluap.

Di pulau Lembata di dekatnya, hujan lebat yang dipicu oleh Topan Tropis Seroja mengirim lava yang membeku dari letusan gunung berapi pada bulan November untuk jatuh di lebih dari selusin desa, menewaskan sedikitnya 28 dan meninggalkan 44 belum ditemukan, menurut Badan Mitigasi Bencana Nasional.

Pemandangan umum ini menunjukkan puing-puing tertinggal di kota Adonara di Flores Timur pada 4 April 2021, setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan timur Indonesia dan negara tetangga Timor Leste. (Foto oleh Joy Christian / AFP) (Foto oleh JOY CHRISTIAN / AFP via Getty Images)

Ratusan polisi, tentara, dan penduduk menggali puing-puing dengan tangan kosong, sekop, dan cangkul untuk mencari mereka yang terkubur. Pada hari Selasa, kerabat meratap ketika mereka menyaksikan tim penyelamat mengeluarkan tubuh yang berlumuran lumpur, meletakkannya di atas tandu bambu dan membawanya untuk dimakamkan.

Secara keseluruhan, tanah longsor dan banjir telah menewaskan sedikitnya 126 orang di beberapa pulau di Indonesia serta 27 orang di negara tetangga Timor Leste. Ribuan rumah telah rusak dan ribuan orang mengungsi karena cuaca, yang diperkirakan akan berlanjut hingga setidaknya Jumat saat badai bergerak ke selatan menuju Australia.

Upaya penyelamatan terhambat oleh hujan dan keterpencilan daerah, di mana jalan dan jembatan rusak di banyak tempat.

Petugas penyelamat dengan ekskavator dan berton-ton makanan dan obat-obatan dikerahkan dari kota Makassar di pulau Sulawesi, tetapi terhalang oleh kurangnya transportasi laut. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo meminta sektor swasta untuk mendukung upaya bantuan.

Tiga helikopter mulai mencapai daerah-daerah terpencil di pulau-pulau itu pada hari Selasa, dan Presiden Joko Widodo mengadakan rapat Kabinet di Jakarta untuk mempercepat operasi tersebut.

Juru bicara badan bencana Raditya Jati mengatakan tiga helikopter lagi dengan persediaan bantuan dan personel penyelamat tiba Rabu dan sebuah kapal rumah sakit yang membawa lebih banyak barang diharapkan tiba pada hari Jumat untuk membantu klinik kesehatan yang kewalahan.