Korban Meninggal Resmi Topan Seroja di 86, Kata BNPB

TEMPO.CO, Jakarta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas akibat banjir bandang akibat Topan Seroja, di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa siang resmi naik menjadi 86 orang.

“Sesuai kesepakatan kemarin, mereka dianggap sudah meninggal saat ditemukan jenazah dan sudah diverifikasi,” kata juru bicara BNPB Raditya Jati, Selasa, 6 April 2018.

Topan Seroja melanda bagian selatan NTT pada 4 April yang menyebabkan kerusakan yang meluas. Badai kuat, longsor, dan banjir bandang terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembara, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu, Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, dan Ende.

Sembilan puluh delapan orang hilang akibat bencana tersebut, yang juga melukai 146 orang dan menelantarkan 2.683 penduduk setempat. Pihak berwenang terus mencari orang hilang dan mencatat identitas orang yang mengungsi akibat bencana alam.

Sejauh ini, BNPB mencatat 1.992 rumah secara umum terkena bencana alam dan 498 rumah rusak berat serta puluhan fasilitas umum juga rusak.

Baca: BMKG Sebutkan Topan Seroja ‘Abnormal’ Terhadap Pemanasan Global

ANTARA

Source