Kontraksi PDB RI 2.07%, Bukan Kejutan bagi IHSG

Jakarta, CNBC Indonesia – Analis menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan terguncang dengan rilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 yang mengalami kontraksi 2,07%.

Laju pertumbuhan yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak jauh berbeda dengan proyeksi pelaku pasar, sehingga tidak mengherankan.

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis BPS pagi ini hampir sama dengan perkiraan konsensus analis.

“Konsensus serupa. [Investor] Sudah dibandrol, ”kata Suria kepada CNBC Indonesia, Jumat (5/2/2021).

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Pilarmas Investindo sekuritas, kontraksi perekonomian Indonesia disebabkan oleh penurunan konsumsi masyarakat dan penyerapan investasi akibat pandemi.

Selain itu, penurunan produktivitas dan aktivitas industri dalam negeri juga akan memberikan tekanan pada perlambatan ekonomi di tahun 2020.

Sementara itu, BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh -2,07% tahun lalu. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun 2019 yang tumbuh 5,02%.

Namun, angka tersebut tak jauh berbeda dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 akan mencapai -2,1%.

Namun, angka ini bisa dibilang pencapaian terburuk sejak 1998, ketika Indonesia bergelut dengan krisis multidimensi yang memicu jatuhnya rezim Orde Baru yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Setelah krisis ekonomi tahun 1997, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia turun (-13,16%) pada tahun 1998, tumbuh sedikit (0,62%) pada tahun 1999 dan setelah itu semakin membaik.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Source