Komnas KIPI Ungkap Belum Ada Laporan Efek Samping Serius Vaksinasi Covid-19

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati

Minggu, 17 Januari 2021 | 15:33 WIB

Salah satu petugas kesehatan yang mendapat kartu vaksinasi Covid-19 usai divaksinasi di Puskemas Ngemplak II, Sleman, Jumat (15/1/2021). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Komnas KIPI menyatakan belum ada laporan efek samping serius pasca vaksinasi Covid-19 gelombang pertama.

SuaraSulsel.id – Program vaksinasi Covid-19 dimulai Rabu (13/1/2021), dengan Presiden Joko Widodo menjadi penerima pertama vaksin Covid-19.

Terkait pelaksanaan vaksinasi yang sudah dilakukan selama tiga hari, Ketua Komisi Nasional Tindak Lanjut Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. DR. Hindra Irawan Satari. Sp.A (K). MTropPaed., Memastikan tidak ada laporan KIPI yang serius.

“Alhamdulillah, sampai saat ini (15/1) belum ada laporan kejadian serius pasca imunisasi tindak lanjut (KIPI), jadi jika ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan,” kata dokter Hindra. melalui pernyataan tertulis. diterima Suara.com, Sabtu (16/1/2021).

Dokter Hindra mengatakan, jika ada laporan KIPI, fasilitas kesehatan wajib mencatatnya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh KPU Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan panitia independen untuk mengkaji hal tersebut.

Baca juga:
Mahfud MD: Pemerintah Gunakan Ini untuk Program Vaksinasi Covid-19

Meski begitu, menurut Hindra, KIPI sebenarnya merupakan dampak alami dari produk vaksin. Tak hanya vaksin Covid-19, setiap vaksin penyakit kemungkinan memiliki efek samping di tubuh.

“Vaksin ini merupakan produk biologis, jadi ketika dimasukkan ke dalam tubuh, reaksi alaminya adalah menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, nyeri, bahkan demam. Namun, data menunjukkan bahwa gejala ini kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya, ”terangnya.

Terkait hal tersebut, ia juga menegaskan vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan keamanan dan khasiatnya.

“Kami sudah menguji vaksin ini baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan hasilnya sudah kami peroleh sehingga memberikan perlindungan tambahan yang cukup bagi kami dan melengkapi upaya preventif kami,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selektif dalam membaca informasi seputar vaksin Covid-19.

Baca juga:
Korban Covid-19 Tidak Termasuk Vaksinasi Prioritas, Mengapa?

Selain itu, menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak mudah mempercayai berita hoax yang beredar, terutama terkait vaksin yang dapat berdampak serius.

“Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak boleh memberikan izin penggunaan jika vaksin COVID-19 terbukti tidak aman,” ujarnya.

Source