Komnas HAM Panggil Nota Suara untuk Menyalakan Kasus FPI vs Polisi

Jakarta, CNN Indonesia –

Komnas HAM memanggil rekaman suara atau catatan suara yang didapat dari ponsel yang disita polisi berkontribusi besar pada terbukanya kasus penembakan enam anggota Laskar Pembela Islam (LPI) di Jalan Tol Cikampek.

Hal itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dan jajaran penyidiknya selama kurang lebih 6,5 jam, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/12).

Saat pemeriksaan, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan penyidik ​​menunjukkan tujuh ponsel yang disita dalam kejadian tersebut. Di dalam, terdapat rekaman suara yang diduga terjadi beberapa saat sebelum kejadian bentrok.

“Kami selanjutnya juga memeriksa catatan suara yang di, jika di depan umum ada catatan suara Beredar, kita cek lebih detail, lebih banyak, lebih komprehensif, “kata Choirul.

“Dan itu semua dibuka oleh teman-teman polisi kita yang menurut kami dapat mengubah informasi yang ada menjadi informasi yang memiliki kontribusi sangat besar untuk membuka terang kejadian,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, polisi juga mengungkap barang bukti berupa senjata api terkait kejadian tersebut.

“Hari ini dari pagi hingga pukul 16.30 WIB kami sampaikan, buka, menyajikan barang bukti yang telah disita penyidik,” kata Andi, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/12).

Secara rinci, empat senjata api diproduksi oleh petugas polisi pada saat kejadian. Kemudian, dua senjata api jenis revolver yang tidak diproduksi diduga milik FPI Laskar.

Selain itu, polisi juga membawa senjata tajam berupa katana, arit, dan tongkat dengan ujung runcing.

Sebagai informasi, terjadi bentrok antara polisi dengan FPI Laskar di tol Cikampek KM 50, Senin (7/12) dini hari. Dalam kejadian tersebut, enam anggota FPI Laskar ditembak mati oleh polisi.

Dua dari mereka tewas dalam baku tembak, sementara empat lainnya ditembak di dalam mobil karena melawan dan berusaha merebut senjata petugas.

Komnas HAM juga membuka penyelidikan independen untuk mengusut kasus tersebut. Pasalnya, kedua belah pihak kerap membuat pernyataan terkait insiden penyerangan dengan versi berbeda.

Kata Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Munarman catatan suara itu adalah bukti kuat bahwa mobil tentara itu diserang oleh polisi. Salah satunya adalah rekaman yang berisi suara yang dicurigai sebagai anggota TNI mengatakan, ‘Tolong Pak, ini menyakitkan’.

Sebaliknya, kata polisi catatan suara itu membuktikan bahwa tentara yang melakukan penyerangan.

(mjo / arh)

[Gambas:Video CNN]


Source