Komnas HAM akan verifikasi, bandingkan otopsi enam anggota FPI yang terbunuh saat penyelidikan berlanjut – Nasional

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan meminta konfirmasi lebih lanjut dari para ahli terkait luka tembak yang dilaporkan menewaskan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan tim penyidik ​​yang dibentuk oleh komisi itu telah memeriksa dokter forensik yang telah memeriksa jenazah enam anggota FPI dan memeriksa luka tembak yang diduga menewaskan mereka dalam perselisihan dengan Polda Metro Jaya awal bulan ini.

“Kami sudah meminta keterangan dari dokter forensik dan itu serupa dengan informasi yang diberikan Bareskrim [the National Police’s Criminal Investigation Department], ”Katanya, Sabtu seperti dilansir tempo.co.

Komnas HAM mengatakan akan berkonsultasi dengan para ahli dari universitas atau asosiasi medis, serta meminta keluarga korban tentang luka-luka tersebut untuk menyelesaikan penyelidikannya.

Baca juga: Pengunjuk rasa menuntut investigasi polisi atas pembunuhan anggota FPI

Komisioner lain yang memimpin tim penyidik ​​kasus tersebut, Choirul Anam, mengaku pernah melihat foto keenam anggota yang terbunuh itu sebelum diotopsi oleh tim dokter Polri.

“Kami diperlihatkan foto-fotonya sebelum prosedur [autopsy] dan itu adalah posisi terpenting karena masih asli [condition of the body]. Kami bisa melihat berapa banyak lubang peluru [the bodies had] dan kondisi jenazah, ”kata Anam, Kamis. tribunnews.com dilaporkan.

Dia mengatakan tim forensik telah memberikan penjelasan rinci tentang mayat dan otopsi mereka.

“Mereka juga menunjukkan titik-titik yang menjadi topik opini publik. Kami juga mendapat informasi posisi jenazah, ”kata Anam.

Ia menambahkan, tim investigasi masih mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan membandingkannya sebelum mencapai kesimpulan.

Polisi telah menyelesaikan otopsi enam pengawal pemimpin FPI dan ulama kontroversial Rizieq Shihab dan menyerahkannya kepada keluarga mereka. Mayat dimakamkan minggu lalu.

Bareskrim melaporkan bahwa keenam mayat itu memiliki total 18 lubang peluru.

“Secara umum, ada 18 luka tembak dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh,” Brigadir Direktur Tindak Pidana Umum Bareksrim. Kata Jenderal Andi Rian S. Djajadi, Jumat.

Andi menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang hasil otopsi, dengan mengatakan bahwa itu berdasarkan laporan personel forensik.

Baca juga: ‘Jelek saat Krisis’: Pakar Banting Ludah Twitter Ridwan-Mahfud

Keenam pria itu tewas pada dini hari 7 Desember di Kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek setelah diduga bentrok dengan petugas polisi, yang dilaporkan melepaskan tembakan dan membunuh mereka.

Para pria itu dikabarkan sedang mengantar Rizieq ke lokasi pertemuan keluarga pribadi pagi itu. Polisi membuntuti mereka setelah mendapat informasi bahwa Rizieq berencana menghindari pemeriksaan.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar protokol kesehatan dengan menggelar pertemuan di rumahnya dan markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, tidak lama setelah kembali dari pengasingan di Arab Saudi bulan lalu.

Polisi Nasional melakukan rekonstruksi penembakan pada hari Senin sebagai bagian dari penyelidikan.

Mereka mengumumkan bahwa anggota FPI yang menyerang lebih dulu dan menembaki polisi. Dua anggota FPI dilaporkan tewas dalam baku tembak sementara empat lainnya ditembak mati setelah berusaha merampas senjata petugas.

FPI membantah rekonstruksi polisi atas insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa tidak ada anggotanya yang membawa senjata api dan lebih lanjut menuduh bahwa mereka telah dianiaya dan ditembak dari jarak dekat. (ami)

Source