Kisruh, Produsen Drone DJI Masuk Daftar Hitam Amerika

Washington

DJI, pembuat drone raksasa yang berbasis di China, baru-baru ini menjadi korban perang dagang dengan Amerika Serikat. Mengikuti Huawei dan beberapa perusahaan teknologi China lainnya, DJI ditambahkan ke daftar hitam Departemen Perdagangan AS.

Artinya DJI dianggap sebagai risiko keamanan nasional AS dan perusahaan yang berbasis di AS dilarang mengekspor teknologinya ke DJI. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah bahwa DJI dianggap ikut serta dalam pelanggaran HAM di China.

“Mereka melakukan pelanggaran HAM skala besar di China dengan melakukan pengawasan teknologi tinggi,” klaim AS. Ini tampaknya merujuk pada keterlibatan DJI dalam menyediakan drone bagi pemerintah China untuk memantau kamp-kamp penahanan di provinsi Xinjiang.

Karena adanya blacklist tersebut, perusahaan AS akan kesulitan menyediakan komponen untuk digunakan DJI dalam produk drone mereka, sehingga kemungkinan besar akan berdampak besar pada DJI. Kemudian, toko di AS mungkin juga akan terjebak menjual produk DJI.

Selain Huawei dan kemudian DJI, pemerintah AS juga baru-baru ini menambahkan perusahaan SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation), raksasa chip China ke daftar hitam karena dianggap memiliki hubungan dengan militer China.

Soal DJI, Amerika sudah lama was-was. Pada 2019, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) memperingatkan perusahaan AS untuk waspada terhadap kebocoran data perusahaan jika mereka menggunakan drone komersial buatan China.

Pasalnya, menurut DHS, drone ini bisa saja memiliki komponen yang bisa mencuri data perusahaan dan membagikan informasi pribadi yang disimpan di server mereka di luar perusahaan.

Nama DJI tidak disebutkan secara langsung. Namun peringatan semacam ini juga dikeluarkan oleh DHS pada tahun 2017, ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak terlalu mempercayai drone dan software DJI, karena dianggap dapat membocorkan informasi penting infrastruktur AS dan data penegakan hukum kepada pemerintah China.

Saat itu DJI menepis tudingan tersebut. Menurut mereka, tidak ada bukti yang mendukung dugaan bahwa pemerintah China menggunakan DJI untuk spionase. Pernyataan serupa kini sudah dikeluarkan DJI menanggapi tudingan terbaru dari pemerintah AS.

“Di DJI, keamanan adalah inti dari semua yang kami lakukan, dan keamanan teknologi kami telah diverifikasi secara independen oleh pemerintah AS dan bisnis besar di AS,” kata juru bicara DJI Adam Lisberg.

Menonton video “Sanksi AS Turki, Rusia: Sikap Sombong
[Gambas:Video 20detik]

(fyk / fyk)

Source