Kim Jong-un mengeksekusi pejabat yang mengkritik pemerintah

Jakarta, CNN Indonesia –

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengeksekusi pejabat lembaga pendidikan karena mengkritik kebijakan pemerintah.

Dilaporkan NK harian, Senin (12/4), petugas yang dieksekusi itu dikabarkan bernama Park berusia 50 tahun. Dia adalah ketua komisi yang mengelola program pendidikan jarak jauh.

Menurut laporan, anggota panitia yang terdiri dari profesor mengeluh kepada Park tentang penerapan Undang-Undang Pendidikan Jarak Jauh. Menurut mereka, program tersebut tidak mungkin dilakukan jika sejumlah peralatan dan fasilitas pendukung belum siap.

Dalam proposal tersebut, Park mengatakan program itu bagus dalam memberdayakan negara miskin. Namun, jika tidak tepat sasaran karena kendala peralatan dan fasilitas, maka bisa menjadi masalah besar.

Kritik tersebut disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Korea Utara. Namun, saran Park dan rekan-rekannya tidak terdengar.

Sebaliknya, mereka diminta untuk tidak banyak mengeluh dan tetap menjalankan tugasnya.

Park sebenarnya dikeluhkan oleh rekannya di komisi yang juga Dekan Sekolah Hukum Universitas Kim Il Sung, Ri Guk-chol. Ia menuding Park tidak sejalan dengan pemerintah.

Akibatnya, Park dijemput oleh pejabat dari Departemen Pengarahan dan Organisasi Korea Utara, yang bertanggung jawab untuk menerapkan ideologi negara. Karena dinilai tidak patuh kepada partai dan bertentangan dengan nilai ideologis dalam revolusi Korea Utara, Park dinyatakan bersalah dan dieksekusi Maret lalu dengan restu Kim Jong-un.

[Gambas:Video CNN]

(ayp / ayp)

[Gambas:Video CNN]


Source