Khazanah Ramadan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ramadhan merupakan bulan suci yang dinantikan umat Islam untuk berpuasa. Meski begitu, khususnya penderita diabetes perlu memperhatikan beberapa hal saat melakukan ibadah ini.

Dalam keadaan normal, penderita diabetes makan setiap tiga jam dan menghindari gorengan, makanan berminyak dan manis serta minum obat tepat waktu. Hal ini membuat penderita diabetes kesulitan untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Mengutip Tentang Islam, Selasa (20/4) penderita diabetes harus berpuasa di bawah pengawasan ahli. Oleh karena itu, pasien diabetes juga harus menyesuaikan rencana perawatan mereka sesuai dengan perubahan pola konsumsi yang pada gilirannya mengakibatkan perubahan metabolisme.

Seperti diketahui, puasa dapat menyebabkan komplikasi seperti hipoglikemia, yaitu defisiensi glukosa dalam aliran darah, dan hiperglikemia, yaitu peningkatan kadar gula darah atau dehidrasi berlebihan. Penderita diabetes yang mengalaminya dalam bentuk apapun, harus segera menghentikan puasa.

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius lain yang dapat timbul; menyebabkan muntah, dehidrasi, sesak nafas bahkan koma. Penderita diabetes tipe 1 yang memiliki riwayat hipoglikemia berulang memiliki risiko lebih tinggi untuk berpuasa.

Hipoglikemia atau hiperglikemia juga dapat terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Tetapi secara umum, ini lebih jarang dan dengan konsekuensi yang tidak terlalu parah dibandingkan pasien diabetes tipe 1 yang menyebabkan kejang dan pingsan.

Tindakan pencegahan
Bagi para survivor penyakit ini, sangat disarankan untuk menjalani medical check up beberapa bulan sebelum Ramadhan. Tujuannya untuk membahas diet dan pengobatan. Tak hanya itu, penderita diabetes juga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar glukosa sehari sekali.

Tak sampai di situ, penderita diabetes juga perlu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat dan berkalori tinggi bersama dengan buah-buahan segar dan sayuran hijau. Termasuk, polong-polongan, multigrain & gandum utuh dengan peningkatan asupan cairan selama Suhur.

Khusus untuk minuman, apapun yang mengandung kafein dan gorengan sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Selain berhati-hati dalam makan, tidur bagi penderita diabetes juga menjadi faktor penting. Rata-rata orang harus tidur setidaknya enam jam setiap hari. Dianjurkan agar seseorang tidur setidaknya 2-3 jam setelah sahur.

Meski banyak kendala bagi penderita diabetes untuk berpuasa, Alquran nyatanya telah membebaskan siapa saja yang sakit untuk berpuasa. Apalagi jika dapat menimbulkan akibat yang merugikan bagi individu yang terlibat.

Source