Khamenei Bisa Mencabut Fatwa Haram Untuk Membuat Bom Nuklir Jika Israel …

Memuat …

BEIRUT – Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bisa mencabut fatwa yang diharamkan Iran dapatkan, kembangkan, dan gunakan bom nuklir jika Israel atau terserah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah berbahaya.

Hal tersebut disampaikan mantan diplomat Amir Mousavi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Lebanon.

Baca juga: Teheran: Iran Tidak Kejar Bom Nuklir, Ini Melawan Islam

Di bawah fatwa tidak mengikat atau keputusan hukum Islam pada tahun 2003, Khamenei mendeklarasikan senjata nuklir melawan Islam.

“Sebuah fatwa dikeluarkan sesuai dengan keadaan yang berkembang. Oleh karena itu, saya percaya bahwa jika Amerika dan Zionis bertindak dengan cara yang berbahaya, fatwa tersebut mungkin berubah,” kata Mousavi kepada televisi. al-Mayadeen, yang diluncurkan Zaman Israel,Kamis (4/2/2021) malam.

Selama wawancara, Mousavi juga mengklaim bahwa mantan presiden AS Barack Obama dipaksa untuk menandatangani kesepakatan nuklir dengan Iran setelah jatuhnya pesawat tak berawak Amerika oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) pada tahun 2011 saat ia memperjuangkan hadiah Nobel.

“Iran memegang beberapa kartu penting, yang bisa digunakan untuk memaksa Presiden [Joe] Biden untuk kembali [ke JCPOA] tanpa prasyarat, “katanya tentang kesepakatan nuklir Iran 2015.” Kepemimpinan Iran tidak terburu-buru. “

“Ketika Amerika menunda menjalankan kewajiban mereka dan mencabut sanksi, Iran akan mengembangkan lebih lanjut kemampuan nuklir dan pertahanannya. Saya percaya bahwa komunitas internasionallah yang akan kalah dan bukan Iran,” tambah Mousavi.

Source