Ketegangan panas AS-China di Laut China Selatan dapat meningkat menjadi perang

ILUSTRASI. Ketegangan di Laut China Selatan bisa meningkat menjadi perang habis-habisan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS. McLearnon / Handout melalui REUTERS.

Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID – LAUT CINA SELATAN. Organisasi penelitian China memperingatkan bahwa ketegangan di Laut China Selatan dapat meningkat menjadi perang habis-habisan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS.

“Kami masih yakin bahwa risiko konflik semakin meningkat. Meski belakangan ini jarang disebut dalam pemberitaan media, selalu ada beberapa pertemuan dari kedua belah pihak setiap hari,” jelas Hu Bo, direktur Pusat Riset Strategi Maritim China. Express.co.uk.

Dia juga menambahkan bahwa jika AS dan China tidak dapat menemukan langkah-langkah penanganan krisis yang substantif, risiko kecelakaan atau konflik yang tidak terduga akan tetap tinggi.

Hu Bo sebelumnya menyuarakan keprihatinan atas potensi konflik antara Washington dan Beijing. “Meskipun AS telah mencoba memisahkan diri dari China di wilayah lain, mereka tetap berhubungan erat. Kemungkinan terjadinya konflik skala besar cukup kecil. Tapi konflik skala menengah atau kecil bisa saja terjadi, seperti benturan dua kapal perang atau sesekali baku tembak karena kapal perang dan pesawat kedua negara saling berhadapan, ”jelasnya.

Express.co.uk Diberitakan, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, meminta negara lain untuk bekerja sama melawan dominasi China.

Baca juga: Tegang! Taiwan mengerahkan 6 kapal dan 8 pesawat tempur untuk mengusir China

“Jika salah satu titik paling kritis dari rantai pulau pertama tidak berada di tangan negara-negara yang berpikiran sama, kita dapat membayangkan seperti apa gambaran strategis global yang akan dibuat. Kami pasti perlu memikirkan bagaimana kami dapat mencegah hal ini terjadi, “katanya.

Dia menambahkan, “Negara-negara yang berpikiran sama perlu bersatu, dan kita akan menjadi kuat bersama.”

Baca juga: Donald Trump menutup dua konsulat di Rusia karena ini




Source