Ketegangan dengan Iran Terus Meningkat, AS Kirim Kapal Selam Bertenaga Nuklir

KOMPAS.com – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir yang dilengkapi dengan rudal ke wilayah Teluk Arab di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pengumuman tersebut dilakukan oleh Angkatan Laut AS pada Senin (21/12/2020) seperti dikutip dari Nasional.

Kapal selam USS Georgia ditemani oleh dua kapal penjelajah peluru kendali, USS Port Royal dan USS Philippine Sea, saat berlayar melalui Selat Hormuz.

“Kehadiran Georgia (USS) di wilayah operasional Armada ke-5 AS menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS untuk berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Angkatan Laut AS Ingin Drone yang Bisa Diluncurkan dari Kapal Selam

Angkatan Udara AS Laus menambahkan bahwa kehadiran USS Georgia di Selat Hormus menunjukkan komitmen dan dukungan AS kepada mitra regional.

Selain itu, Angkatan Laut AS mengklaim keberadaan kapal selam di selat yang bersebelahan dengan Iran menjadi bukti bahwa AS siap menghadapi ancaman tersebut.

USS Georgia dapat menampung hingga 156 rudal jelajah Tomahawk dan membawa sebanyak 66 pasukan operasi khusus.

Pernyataan langka itu muncul setelah Iran berjanji membalas dendam atas pembunuhan ilmuwan nuklir topnya, Mohsen Fakhrizadeh, dan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Baca juga: Rusia Berhasil Menguji Rudal Balistik Antar Benua dari Kapal Selam

Soleimani, yang merupakan komandan pasukan elit Garda Revolusi Iran, dibunuh di Baghdad, Irak, dalam serangan pesawat tak berawak awal tahun ini atas perintah Presiden AS Donald Trump.

AS telah berjanji untuk membalas jika Iran melancarkan serangan apa pun di tengah peringatan kematian Soleimani.

Jenderal Kenneth McKenzie, yang mengawasi pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa AS siap untuk mempertahankan diri.

“Kami siap untuk membela diri, teman-teman kami, dan mitra kami di kawasan ini, dan kami siap bereaksi jika perlu,” kata McKenzie.

Baca juga: Ancaman China Semakin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

“Menurut pendapat saya, kami berada dalam posisi yang sangat baik dan kami akan siap untuk apa pun yang Iran atau perwakilan mereka pilih untuk mereka lakukan,” lanjut McKenzie.

Setelah Soleimani terbunuh, Teheran melancarkan serangan rudal ke lokasi yang menampung pasukan AS di Irak.

Serangan itu mengakibatkan cedera otak traumatis pada 110 tentara Amerika tetapi tidak ada korban jiwa.

Teheran juga terus menggunakan milisi proksi di Irak untuk melakukan serangan terhadap pasukan AS.

Beberapa milisi yang didukung Iran di Irak mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap pasukan AS setelah Trump memutuskan untuk menghentikan kehadiran pasukan AS di Irak.

Baca juga: Menaiki Kapal Selam Rusia, Induk Beruang dan anaknya ditembak mati

Source