Kenali Gejala dan Cara Mencegah Radang Usus Besar

Bisnis.com, JAKARTA – Penyakit Radang Usus Autoimun (IBD) atau radang usus harus diwaspadai. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

IBD adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gangguan yang berhubungan dengan peradangan saluran cerna atau gastrointestinal.

Dewan Pembina Yayasan Marisza Cardoba (MCF) dr. Prasna Pramita mengatakan IBD terdiri dari dua jenis penyakit yaitu Crohn’s Disease (PC) dan Ulcerative Colitis (KU).

KU adalah peradangan kronis pada lapisan paling dalam dari usus besar atau usus besar, sedangkan PC, juga dikenal sebagai Penyakit Crohn, adalah peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, dari mulut hingga rektum.

Ia mengatakan, selain usus, peradangan juga bisa muncul di luar sistem pencernaan, seperti di mata, kulit, atau persendian. “Khusus bagi penderita PC, sariawan atau luka bahkan bisa muncul di area genital,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Ia menjelaskan, penyebab pasti radang saluran cerna belum diketahui, namun diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, dia menjelaskan PC paling banyak dialami oleh perempuan, sedangkan KU paling banyak dialami oleh laki-laki. Radang usus bisa terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada usia 15-30 tahun.

Selain penderita autoimun, seseorang bisa lebih berisiko mengalami radang usus karena beberapa hal, yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi non steroid (NSAID), tinggal di dekat kawasan industri, sedang di bawah 35 tahun, dan memiliki faktor genetik atau keturunan.

Untuk mencegah IBD, Prasna menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Penting untuk memilih sumber makanan yang sehat, bergizi utuh (minimal diproses), dan alami (bebas bahan buatan seperti pengawet, pewarna, penyedap rasa, dan sebagainya).

“Hindari susu, alkohol, kafein, dan makanan pedas karena bisa menyebabkan keluhan diare. Selain itu, batasi konsumsi makanan gluten dan berlemak, serta perbanyak makanan berserat,” ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan untuk berhenti merokok karena dapat memperparah radang usus, terutama pada PC.

Terakhir, dengan berolahraga secara teratur dan mengembalikan fungsi usus normal serta mengurangi stres.

Duta Autoimun MCF Nadia Karina Wijaya yang mengidap IBD mengalami gejala buang air besar berdarah atau hematochezia, yang tentunya berdampak pada aktivitas.

Namun ia menegaskan perlu diwaspadai ciri-ciri lain seperti mual dan demam, sakit perut atau kram perut, perut kembung, diare, nafsu makan menurun, berat badan turun, feses bercampur lendir, kelelahan, frekuensi buang air besar meningkat, dan penurunan berat badan. .

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini:

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.

Source