Kementerian Perdagangan Menyebut Impor Daging Ayam Tinggal Tunggu

Jakarta, CNN Indonesia –

Kementerian Perdagangan mengatakan impor daging ayam dari negara yang bisa menawarkan harga lebih rendah, seperti Brazil, adalah suatu keharusan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan, melihat tren harga daging ayam yang mahal saat ini, mengimpor daging ayam murah tinggal menunggu waktu.

“Kalau dilihat trennya, ini akan rugi, tetap saja. Ini hanya soal waktu beli. Kami tidak tahu apakah kami mampu membelinya dalam satu tahun, satu setengah, atau 2 tahun. Tapi murah Daging ayam akan masuk, ”ujarnya kepada webinar Pataka bertajuk Price Corn Soar, Selasa (20/4).

Saat ini, lanjutnya, orang sudah berteriak-teriak bahwa harga ayam itu mahal. Menurut dia, harga daging ayam per kilogram berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp44 ribu.

Kenaikan tersebut dipicu oleh mahalnya harga anakan atau bibit Ayam Day Old (DOC), juga pakan ternak selangit.

Pakan ayam seperti jagung misalnya, mengalami anomali karena terjadi di tengah peningkatan produksi. Dia mengatakan, rata-rata harga Jagung produksi dalam negeri pada April 2021 mencapai Rp 4.263 per kg atau naik 6,52 persen dari harga rata-rata Maret Rp 4.002 per kg.

Sementara itu, harga referensi Kementerian Perdagangan paling tinggi untuk kadar air 15 persen, yakni Rp 3.150 per kg dan Rp 2.500 per kg untuk kadar air 35 persen di tingkat petani. Masuk pabrik, lanjut Syailendra, harga pakan naik menjadi Rp 7.000-Rp 8.300 per kg.

[Gambas:Video CNN]

Jika demikian, harga ayam di pasaran akan selangit, mengingat kontribusi pakan terhadap harga daging ayam mencapai 60 persen.

Karena itu, dia mengingatkan industri pakan untuk menurunkan harga jika konsumsi tidak ingin beralih ke impor yang kompetitif.

“Saya ingin mengajak teman-teman untuk melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas kita, bagaimana harga pakan murah, DOC murah, sebelum yang dari luar menyerbu kita,” jelasnya.

(baik / agt)


Source