Kementerian BUMN akan merombak fokus bisnis bank-bank BUMN, ini yang diambil Bank Mandiri

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian BUMN akan merombak fokus bisnis masing-masing bank milik negara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Bank Mandiri akan fokus menggarap segmen korporasi, BRI akan memperkuat segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), BTN fokus pada perumahan dan Bank BNI diarahkan untuk memperkuat ekspansi internasional.

Bank Mandiri pun mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan arahan tersebut. Rudi As Aturridha, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, mengatakan pihaknya akan fokus pada sektor-sektor yang terkait dengan proyek infrastruktur strategis nasional yang sedang berjalan, seperti proyek jalan tol dan transportasi.

Baca juga: Mengeluarkan investasi sebesar Rp 2,25 triliun, Gojek memiliki 22% saham Bank Jago

“Pertumbuhan kredit juga akan difokuskan pada sektor-sektor yang relatif tidak terpengaruh pandemi Covid-19 seperti FMCG dan telekomunikasi,” kata Rudi kepada Kontan.co.id, Jumat (18/120).

Komposisi segmen pinjaman perbankan perusahaan terhadap total portofolio Bank Mandiri per November 2020 sebesar 40,86%. Meski demikian, Rudi tidak menyebutkan berapa porsi segmen korporasi terhadap total penyaluran kredit yang ditargetkan tahun depan.

Bank Mandiri berharap penyaluran kredit di tahun 2021 semakin membaik. Bank pelat merah ini akan menetapkan strategi dan target bisnis tahun depan sejalan dengan optimisme Bank Indonesia (BI) terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri perbankan.

Dalam rapat tahunan BI yang digelar pada 3 Desember 2020, bank sentral menyatakan optimistis telah menetapkan target penyaluran kredit perbankan pada 2021 yakni 7% -9%. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tahun depan akan menjadi momentum untuk pertumbuhan ekonomi dan kredit yang lebih baik. Sementara kondisi likuiditas perbankan cukup longgar didukung oleh rendahnya suku bunga acuan BI.

“Sejalan dengan optimisme Bank Indonesia tahun depan, kami melihat hal ini sebagai acuan Bank Mandiri dalam menentukan strategi dan proyeksi bisnis tahun 2021. Artinya Bank Mandiri tentunya berharap dapat memiliki kinerja yang lebih baik di tahun 2021 dibandingkan tahun ini,” ujar Rudi. .

Baca juga: Mencari bunga deposito tertinggi untuk besok? Lihat daftarnya di sini

Dalam fungsi intermediasi, Bank Mandiri berharap penyaluran kredit tahun depan lebih baik dari tahun ini. Namun, tingkat pertumbuhannya, menurut bank, masih sangat bergantung pada kecepatan pemulihan ekonomi yang mendorong permintaan kredit.

Rudi tidak menyebutkan angka pertumbuhan kredit yang akan dikejar Bank Mandiri tahun depan. Dia hanya menyebutkan, perseroan akan berupaya menggenjot kredit bijaksana bagus di segmennya grosir dan UMKM.

Sekadar informasi, pada akhir kuartal ketiga tahun 2020, Bank Mandiri masih mampu membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,8% secara tahunan (tahun ke tahun/ YoY) menjadi Rp 873,7 triliun.

Source