Kematian terkait siklon di Indonesia mencapai 177

Jakarta, 12 April (IANS) Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh topan tropis Seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia telah meningkat menjadi 177 orang dengan 45 orang masih hilang, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Kematian terkait topan di provinsi itu sebagian besar dilaporkan di kabupaten Flores Timur, 72 orang, Lembata 47 orang, dan Alor 28 orang, lapor kantor berita Xinhua.

Enam kematian tercatat di ibu kota provinsi Kupang.

Kepada media pada hari Minggu, Wakil Gubernur provinsi Josef Nae Soi mengatakan bahwa beberapa desa tetap terisolasi karena jalur darat terputus karena longsoran batu.

“Desa-desa tersebut masih terisolir termasuk yang ada di Kabupaten Kupang. Besok (Senin) kami akan mengerahkan helikopter dan kapal feri untuk menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut,” imbuhnya.

Menurut Soi, pengungsi dari wilayah terdampak sudah tinggal di rumah kontrakan, sebuah pengaturan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di posko pengungsian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengatakan, cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut tinggi hingga enam meter terjadi setelah Seroja berputar di Laut Sawu, selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

–IANS

ksk /

Source