Kecelakaan Mematikan, Odong-odong Terjun ke Celah Transportasi Pengiring Pengantin

Bagasi

Kecelakaan kereta odong-odong atau kelinci yang mematikan terjadi di tanjakan Sileses Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kemarin sore. Puluhan penumpang ternyata adalah pengiring pengantin.

“Orang-orang di sini kawin (kawin) orang (Kelurahan) Karangdadap. Kami selesai mengantarkan pengantin pria ke Karangdadap. Saya ikuti, tapi saya naik motor,” kata seorang warga setempat, Wahyudi, kepada detikcom di Puskesmas Bandar 1, Jumat. 18/12) malam.

Kecelakaan tersebut terjadi di tanjakan di Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Puluhan orang menaiki Odong-odong, yang mayoritas adalah ibu-ibu.

Perjalanan dari Dukuh Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Batang, berjalan mulus. Namun, ia tidak menyangka dalam perjalanan pulang kedua calon pengantin odong-odong tersebut mengalami kecelakaan.

“Kebetulan saya naik motor tidak bersama rombongan. Setelah keluar dari Karangdadap di Pasar Bandar, saya menyalip rombongan,” ujarnya.

Namun, tak lama setelah sampai di rumah, dia menerima kabar kecelakaan tersebut. Jarak dari rumahnya ke lokasi jatuhnya pesawat tidak terlalu jauh.

Wahyudi mengatakan, salah satu korban meninggal yang masih balita adalah keponakannya. Sementara, ibu korban balita tersebut masih dirawat di Puskesmas Bandar 1.

Tiga orang tewas dalam kecelakaan tersebut, yaitu Andra (4), Tariyah (60) dan Rupiah (60).

Diwawancarai secara terpisah, Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, mengimbau masyarakat untuk taat pada aturan keselamatan lalu lintas yang ada. Ia menegaskan, odong-odong tidak boleh beroperasi di jalan raya.

Imbauan kepada masyarakat untuk selalu menaati peraturan lalu lintas terutama untuk bepergian dalam jumlah banyak, gunakan kendaraan yang sesuai untuk penumpang. Jangan gunakan kereta kelinci karena tidak seharusnya digunakan di jalan raya, kata Doddy.

(Bagus)

Source