Keadaan darurat! 42 Penderita Positif Covid-19 di Banten Ditolak Karena Rumah Sakit Penuh

ILUSTRASI-Perawat menyiapkan perawatan tambahan untuk pasien Covid-19 di RS Suradadi / [Suara.com / F Firdaus]

Meski sudah ada 42 rumah sakit yang sudah dihubungi, namun belum ada satu pun rumah sakit yang menerimanya. Pasien baru masuk rumah sakit pada hari ketiga.

SuaraBanten.id – Wabah Covid-19 di Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin memprihatinkan.

Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut dalam beberapa hari terakhir menambah jumlah kasus yang mengalahkan rekor harian sebelumnya.

Tak terkecuali Banten, meski miring, kini kasus penambahan penderita Covid-19 di Banten kembali menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

Penambahan kasus yang semakin meningkat dari hari ke hari tentunya membebani rumah sakit rujukan dan tenaga medis.

Baca juga:
10 Rumah Sakit Tolak Warga Depok Hingga Meninggal Ternyata Rumah Sakit Resmi Rujukan Covid-19

Ketika tenaga kesehatan mulai kolaps, tentunya hal ini akan berdampak sangat signifikan terhadap perkembangan wabah Covid-19 karena tidak ada yang menangani pasien di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Centre for Indonesia Strategic Development Initiatives, terdapat satu kasus Covid-19 yang menampar wajah masyarakat Banten.

Dalam unggahannya di media sosial, CISDI menuliskan bahwa terdapat pasien positif Covid-19 dengan hipertensi bawaan, diabetes, stroke, dan gangguan ginjal.

Namun, saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, tak ada rumah sakit yang menerimanya karena jumlah pasien Covid-19 sudah penuh.

Meski sudah ada 42 rumah sakit yang sudah dihubungi, namun belum ada satu pun rumah sakit yang menerimanya. Pasien baru masuk rumah sakit pada hari ketiga.

Baca juga:
Ya Tuhan! Ditolak 10 Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Taksi Online

Hal ini tentunya tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan tenaga kesehatan. Meski demikian, hal tersebut juga menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan lebih ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Source