Kaspersky: Deteksi Malware Seluler Indonesia pada 2020 Menurun

Bisnis.com, JAKARTA – Tinjauan statistik terbaru dari Malware Seluler Kaspersky menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan upaya perangkat lunak perusak seluler yang terdeteksi di Indonesia selama setahun terakhir.

Berdasarkan statistik dari perusahaan cybersecurity global, Indonesia mencatat ada 378.973 upaya mobile malware yang terdeteksi pada tahun 2020.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 31,89 persen dari tahun sebelumnya dengan deteksi upaya mobile malware sebanyak 556.486 kasus.

Meski mengalami penurunan, statistik Indonesia masih yang tertinggi di Asia Tenggara. Negara kepulauan terbesar ini juga menempati peringkat keempat secara global dalam hal deteksi malware seluler.

Sebagai konteks, pada tahun 2020 negara tetangga seperti Malaysia mencatat 103.573 percobaan malware (peringkat 17 global), Thailand dengan 28.861 kasus (peringkat 44), dan Singapura dengan 8.776 percobaan (peringkat 86).

Sedangkan negara yang mencatat jumlah ancaman malware mobile terbanyak pada tahun 2020 secara global adalah Rusia, Ukraina dan India.

Bentuk malware seluler yang paling umum terdeteksi di Indonesia adalah Trojan, Trojan-Downloader, Trojan-Dropper, Trojan-SMS, dan Hack Tool.

Terkait upaya ilegal membobol cybersecurity, Kaspersky memberikan sejumlah tips dan rekomendasi untuk mengamankan ponsel.

Pertama, pastikan ponsel memiliki sistem operasi terbaru yang tersedia. Kedua, pertimbangkan untuk memiliki aplikasi keamanan siber yang andal di ponsel Anda.

Ketiga, verifikasi situs atau aplikasi yang digunakan. Keempat, selalu gunakan kata sandi yang kuat dan unik dan terapkan otentikasi dua faktor. Kelima, selalu tingkatkan kewaspadaan setiap kali melakukan transaksi online.

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini:

Konten Premium

Masuk / Daftar

Source