Karantina bagi pemudik di Solo dimulai besok, berikut aturannya

Solo

Setelah sempat tertunda, Pemerintah Kota Solo akhirnya memberlakukan sanksi karantina bagi pemudik besok. Pemudik yang tertangkap petugas Jogo Tonggo akan dikarantina di Solo Technopark, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

“Karantina kami mulai besok (Minggu). Technopark Solo sudah siap digunakan,” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/12/2020).

Sanksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Walikota Solo Nomor 067/3205 yang dikeluarkan hari ini, Sabtu (19/12/2020). Aturan karantina ada di nomor 10 yang menyatakan bahwa karantina paksa diberlakukan bagi para migran yang tinggal di rumah penduduk minimal 1×24 jam.

Ada beberapa pengecualian untuk pelancong atau migran. Antara lain bagi orang luar Solo yang bekerja di Solo untuk sementara waktu.

Selain itu, sertifikat usap antigen dan PCR yang sebelumnya tidak valid sekarang menjadi pengecualian. Hal ini mengikuti peraturan Gubernur Jawa Tengah yang memperbolehkan pemudik masuk ke Jawa Tengah dengan syarat hasil usap antigen atau PCR negatif.

“Aturan gubernur memang seperti itu, jadi harus kita ikuti. Hasil swab berlaku maksimal dua hari sebelum diperiksa petugas Jogo Tonggo, ”ujarnya.

Di SE baru, ada beberapa perubahan aturan. Antara lain, larangan perayaan Pilkada 2020, larangan perayaan Natal dan Tahun Baru di tempat umum.

Terkait sekolah tatap muka, Pemkot masih menunda sesuai keputusan Gubernur Jawa Tengah. Guru dituntut untuk melakukan pembelajaran virtual yang inovatif.

Mereka yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi bakti sosial yaitu membersihkan parit-parit di sekitar Benteng Vastenburg selama 8 jam. Pemerintah kota juga akan menyediakan tempat istirahat dan makanan bagi pelanggar.

(bai / sip)

Source