Kami Tidak Terus Terjebak pada Impor!

Jakarta, CNBC Indonesia – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) telah menandatangani Intercreditor Agreement (ICA) dengan semua Anggota Kreditur Sindikasi USD dengan SMBC Singapura sebagai Agen Fasilitas.

Penandatanganan amandemen perjanjian tersebut merupakan bentuk aksesi terhadap Master Amendment Agreement (MAA) Transformasi Keuangan Grup PTPN yang sebelumnya telah ditandatangani perseroan dengan kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

Penandatanganan ICA dilakukan secara sirkuler antara Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dengan direksi kreditur pinjaman sindikasi senilai 18 USD dan SMBC Singapore sebagai Agen Fasilitas.

Fasilitas Sindikasi USD dengan limit USD 390.600.000 merupakan bagian dari restrukturisasi kredit Grup PTPN senilai + Rp 45,3 triliun dengan utang bank mencapai Rp 41 triliun.

Saat menghadiri acara tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan perubahan besar di PTPN.

“Sekarang di sini ada PTPN, bukan hanya kita ingin restrukturisasi keuangan, tapi restrukturisasi manajemen, restrukturisasi struktural, dan restrukturisasi produk,” kata Erick seperti dikutip dari akun Instagram miliknya.

“Jangan sampai terjebak malah terus impor. Di situlah sebenarnya kita bisa memproduksi sendiri,” lanjutnya.

Menurut Erick, keyakinan ini tidak boleh disalahgunakan. “Mudah-mudahan kepercayaan ini bisa kita tunjukkan, bukan basa-basi,” ucapnya.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Video CNBC]

(miq / dru)


Source