Kaki Bengkak Usai Vaksin Corona, Dinkes Kotamobagu Disebut Murni Karena Bakteri


Makassar

Program vaksinasi COVID-19 di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) menarik perhatian publik. Masalahnya, salah satu Pegawai Negeri Sipil Negara (ASN) yang juga bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika Kotamobagu mengalami bengkak kaki setelah divaksinasi.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kotamobagu pun turut angkat suara. Dinas Kesehatan membantah bahwa ini adalah efek samping dari program vaksinasi.

“Intinya tidak ada hubungannya dengan vaksin. Karena vaksin itu virus dan sudah mati. Kalau penyebab bengkak di kaki adalah bakteri. Itu abses. Jadi tidak ada hubungannya. Kecuali mungkin dia bengkak di Di tempat suntikan, bisa jadi karena efek sampingnya, ”kata Kepala. Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, Tanty Korompot saat dikonfirmasi oleh detik.com, Rabu (7/4/2021).

Tanty menjelaskan, tidak ada kaitannya dengan efek samping vaksin. Karena menurutnya, sebelum ada program vaksinasi, yang bersangkutan sudah dipastikan memenuhi syarat sebagai penerima vaksinasi.

“Selama pemeriksaan tidak ada pembengkakan pada kaki. Ada 16 soal, jadi kalau lolos aman. Pembengkakan pada kaki tidak di soal,” ucapnya.

Menurut Tanty, pembengkakan pada kakinya itu murni akibat bakteri. Menurutnya, penelitian ilmiah ini sudah dilakukan.

“Soal vaksinasi memang ada kebetulan, baik sebelum maupun sesudah. ​​Ini kebetulan setelah vaksin. Tapi ini empat hari kemudian. Padahal pada saat yang sama tidak ada hubungannya, karena ada bukti laboratorium.

Bukan hanya perkiraan, kami memiliki data bukti ilmiah. Bukan hanya dugaan yang tidak pasti. Kami sudah pemeriksaan laboratorium, jadi bukti konkrit penyebabnya adalah bakteri, ”pungkasnya.


Menonton video “Apakah tubuh menjadi kebal terhadap COVID-19 setelah divaksinasi?
[Gambas:Video 20detik]


Source