KAI Menegaskan Penumpang Masih Dapat Menggunakan Tes Cepat Antibodi

Jakarta, CNN Indonesia –

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Didiek Hartantyo menegaskan kondisi perjalanan penumpang kereta jarak jauh tetap mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 14 Tahun 2020.

Artinya tes antigen cepat belum menjadi syarat wajib bagi penumpang KAI yang hendak bepergian ke luar kota.

“PT KAI tetap mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 14 tahun 2020 di mana penumpang kereta api wajib memenuhi persyaratan rapid test,” ujarnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (20/12).

Didiek mengatakan, ada 1.459 kereta yang dioperasikan untuk transportasi Natal menjelang dan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021.

Pada 18 Desember 2020, KAI telah memberangkatkan 70 trip dari Jakarta dengan sekitar 19 ribu penumpang. Setelah itu pada 19 Desember 2020 tercatat 66 perjalanan kereta api dengan jumlah penumpang sekitar 18 ribu orang.

“Hari ini ada 72 trip, sampai sekarang sudah terjual 18.700 tiket,” terangnya. Didiek mengatakan, KAI juga menyediakan rapid test di stasiun-stasiun besar di Jakarta untuk memudahkan penumpang yang ingin berpergian.

“KAI mengimbau penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan SE Satgas 9/2020 dan SE Menhub 14/2020. Mari kita hormati protokol bersama, jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Danto Restyawan mengatakan, kewajiban rapid test untuk KAI akan diberlakukan sementara hingga ada petunjuk lebih lanjut.

Mengenai perjalanan antar kota, kami tetap mengacu pada surat edaran Satgas nomor 9/2020 dan turunannya SE Kementerian Perhubungan 14/2020 sambil menunggu arahan terbaru, ”ujarnya.

(ayam / DAL)

[Gambas:Video CNN]


Source