Kabar Buruknya, Harga Emas Kembali Melonjak 31,3 Dolar Akibat Bantuan Covid-19 AS

PR TASIKMALAYA – Jumat 18 Desember 2020, harga emas kembali mengalami lonjakan. Kenaikan harga emas dipicu oleh melemahnya dolar akibat besarnya bantuan virus Corona dan janji Federal Reserve AS.

Berdasarkan kontrak emas divisi COMEX di New York Exchange, harga emas naik 31,3 dolar AS atau 1,68 persen menjadi 1.890,40 dolar AS per ounce (sekitar Rp 941.736.667 per gram).

Sebelumnya, emas berjangka naik 3,8 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.859,10 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya melonjak 23,2 dolar AS atau 1,27 persen menjadi 1.855,30 dolar AS, dan turun 11,5 dolar AS. AS atau 0,62 persen menjadi 1.832,10 dolar AS per Senin 14 Desember 2020.

Baca Juga: Temukan Anak Panah di Mobil, Penjaga Polisi Cicalengka 6 Santri Diduga Menuju Jakarta

“Kombinasi paket stimulus tambahan ditambah dengan pembelian obligasi, serta pembelian aset dari The Fed, jelas telah mendorong harga emas dan perak lebih tinggi,” kata David Megger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, seperti dikutip. PIkiranRakyat-Tasikmalaya.com dari ANTARA.



Merger mengatakan paket bantuan stimulus jelas membebani dolar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa lebih banyak uang dipompa ke pasar.

Sebelumnya, anggota parlemen berupaya menyelesaikan RUU Covid-19 senilai 900 miliar dolar AS, dengan tenggat waktu hingga Jumat 18 Desember 2020.

Menemukan suku bunga mendekati nol, Fed berjanji untuk terus memompa uang tunai ke pasar keuangan, sampai ekonomi AS pulih.

Baca Juga: Diduga Serahkan Miliaran Rupiah ke Menteri Sosial, PPK Diperiksa Jadi Saksi Perkara KPK

Source