Jreeeng .. Bertemu Jokowi & Megawati, Segera Reshuffle?

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengubah dua nomenklatur dalam Kabinet Indonesia Maju. Keputusan ini mendapat restu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kedua nomenklatur tersebut menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan membentuk Kementerian Investasi.

Rencana pergantian nomenklatur memang sudah terdeteksi sejak 2019. Jokowi bahkan sempat membahasnya dalam rapat kabinet bersama para menteri.

Foto: Ilustrasi Gedung Kemenristek. Dok: Detikcom
Ilustrasi Gedung Kemenristek. Dok: Detikcom

Isu perombakan kabinet kemudian berhembus kencang setelah parlemen menyetujui rencana perubahan nomenklatur. Reshuffle, sudah menjadi kebutuhan.

Kita tunggu saja, kata Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hendrawan Supratikno.

Saat meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro kemudian angkat bicara usai usulan Jokowi terkait perubahan nomenklatur.

Diakui Bambang, kegiatannya akhir pekan lalu mungkin merupakan kunjungan kerja terakhirnya sebagai menteri. “Hari ini mungkin kunjungan terakhir saya ke daerah sebagai Menteri Riset dan Teknologi,” kata Bambang.

“Karena sesuai dengan hasil rapat paripurna DPR. Kemenristek akan dilebur menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi itu artinya sudah tidak ada lagi Kemenristek dan tidak ada lagi kunjungan daerah ke Menristek di mana pun,” jelasnya.

Bambang menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) sejak 20 Oktober 2019. Selama pemerintahan Jokowi, Bambang sempat mencicipi sejumlah jabatan penting.

Sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016, Bambang Brodjonegoro menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kemudian pada 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019, ia mengisi posisi Menteri PPN / Kepala Bappenas.

Halaman Selanjutnya, >> Reshuffle, Tunggu Saja?

Source