Jokowi menunjuk dokter untuk jabatan kabinet baru, SE Asia News & Top Stories

Presiden Joko Widodo kemarin menunjuk Dr Dante Saksono Harbuwono ke posisi baru wakil menteri kesehatan dalam perombakan Kabinet untuk mengatasi krisis virus corona dengan lebih baik.

Meskipun Indonesia dapat memanfaatkan keterampilan manajerial yang kuat dari Menteri Kesehatan yang baru ditugaskan Budi Gunadi Sadikin untuk memimpin program vaksinasi Covid-19 awal tahun depan, pengangkatannya telah memicu kekhawatiran karena ia tidak memiliki kualifikasi medis seperti pendahulunya.

Namun, keraguan tersebut dapat diredakan dengan penunjukan Dr Dante – seorang ahli endokrinologi berusia 47 tahun yang memiliki gelar doktor di bidang diabetes molekuler – untuk membantu mantan bankir dan pegawai negeri tersebut.

Dalam keterangannya pasca pelantikan, Dr Dante mengatakan salah satu tugasnya, sesuai permintaan Presiden, akan mempercepat pencairan belanja kesehatan secara “efektif dan efisien” untuk segera mengatasi pandemi Covid-19.

Tugas lainnya adalah melaksanakan program vaksinasi.

“Sangat penting untuk memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi karena dengan secepatnya dilakukan imunitas ternak yang lebih baik,” ujarnya seraya menambahkan sinergi dengan instansi terkait akan menjadi kunci dalam menjalankan tugas.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia dengan 270 juta orang, adalah negara yang paling parah terkena pandemi di Asia Tenggara.

Pekerja lini depan akan mendapat prioritas untuk vaksin, diikuti oleh pekerja berusia 18 hingga 59 tahun, yang dianggap paling berisiko terpapar virus saat mereka pergi bekerja.

Ini telah menargetkan 246 juta dosis untuk mencakup 107 juta orang, atau 67 persen dari kelompok sasaran, mewakili hampir 40 persen dari total populasi.

Negara itu menyambut gelombang pertama vaksin Covid-19 dengan total 1,2 juta dosis dari Sinovac Biotech China pada 6 Desember dan berharap lebih banyak lagi akan tiba awal tahun depan.

Dr Dante termasuk di antara 11 anggota kabinet – enam menteri dan lima deputi – yang dilantik di istana presiden oleh Joko, atau lebih dikenal sebagai Jokowi, di Jakarta kemarin. Keenam menteri itu adalah Pak Budi; Menteri Sosial Tri Rismaharini; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno; Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi; Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Tiga posisi wakil menteri baru di Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Kementerian Pertanian masing-masing diisi oleh Dr Dante, pakar hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej, dan bendahara organisasi Muslim terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama, Bapak Harvick Hasnul Qolbi, masing-masing. .

Kepala staf militer Muhammad Herindra menggantikan Sakti sebagai wakil menteri pertahanan, sementara Pahala Nugraha Mansury, direktur utama bank negara Bank Tabungan Negara, mengisi jabatan wakil menteri badan usaha milik negara yang ditinggalkan oleh Budi.

Selain anggota kabinet, Presiden juga melantik Inspektur Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, dan mantan pejabat lingkungan dan kehutanan Hartono Prawiraatmaja sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Nasional.

Perombakan kabinet yang beranggotakan 34 orang itu terjadi di saat Indonesia sedang berjuang mengatasi wabah virus corona.

Hingga kemarin, virus tersebut telah menewaskan 20.408 orang dan menginfeksi 685.639 orang. Banyak rumah sakit hampir penuh, sementara petugas medis menderita kelelahan akibat respons.

Krisis kesehatan yang berkepanjangan telah menenggelamkan ekonomi utama Asia Tenggara itu ke dalam resesi pertamanya sejak krisis keuangan 1998.

Kelompok masyarakat sipil sebelumnya menuntut pencabutan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto, mantan dokter tentara yang awalnya meremehkan parahnya wabah virus dan kemudian secara luas dianggap salah menanganinya.

Source