Jokowi berharap seluruh masyarakat Indonesia mau menerima vaksin COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap seluruh masyarakat Indonesia bersedia menerima vaksin COVID-19.

“Saya tanya sekali lagi siapa yang mau divaksinasi? Saya harap semua mau divaksinasi, tidak ada yang menolak,” kata Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam acara “Pemberian Bantuan Modal Kerja (BMK)” kepada sekitar 30 pengusaha mikro dan kecil yang masing-masing mendapat Rp2,4 juta.

Awalnya, ketika Presiden Jokowi mempertanyakan apakah yang hadir adalah buruan vaksinasi, tidak ada yang angkat tangan.

“Ada orang di sini yang ingin divaksinasi? Adakah yang ingin divaksinasi? Mau atau tidak? Apa yang kamu takutkan? Ada yang tidak mau divaksinasi?” kata presiden.

Pertanyaan itu ditanggapi dengan diam dan wajah ragu para penerima bantuan modal kerja.

“Sudah saya sampaikan bahwa saya akan menjadi yang pertama disuntik dengan vaksin. Kalau semua sudah divaksinasi, itu artinya kita sudah normal kembali,” kata Kepala Negara.

Presiden menegaskan, setidaknya 70 persen penduduk Indonesia dari total 260 juta orang harus divaksinasi.

Jokowi meyakini akan membutuhkan waktu lama untuk melakukan vaksinasi yang berpenduduk 182 juta jiwa itu.

Vaksinasi 182 juta orang bertujuan untuk menciptakan kekebalan komunal.

Pada 16 Desember 2020, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah telah menawarkan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat wajib divaksinasi.

Sebanyak 1,2 juta dosis produksi Sinovac, perusahaan farmasi asal China, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/12), sekitar pukul 21.25 WIB, sedangkan vaksin 1,8 juta dosis akan tiba di awal Januari 2021.

Enam jenis vaksin yang akan diberikan dalam vaksinasi COVID-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No HK.01.07 / Menkes / 9860/2020 tanggal 3 Desember 2020.

Keenam jenis vaksin tersebut adalah vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc dan BioNTech serta Sinovac Biotech Ltd.

Keenam jenis vaksin ini baru dapat diberikan setelah mendapat izin edar atau izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Berita terkait: Presiden menegaskan kembali kesiapan menjadi penerima vaksin COVID-19 pertama
Berita terkait: Presiden di baris pertama vaksinasi COVID-19 buktikan keamanan: MP

DIEDIT OLEH INE

Source