Johnson & Johnson Mengajukan Izin Darurat Vaksin Corona dengan FDA

Jakarta, CNN Indonesia –

Johnson & Johnson mengajukan permohonan otorisasi penggunaan darurat dosis tunggal vaksin korona dibuat untuk regulator kesehatan Amerika Serikat (Food and Drug Administration / FDA).

Permohonan penggunaan darurat itu diajukan setelah J&J pekan lalu merilis nilai efikasi vaksin sebesar 66 persen dalam uji klinis global.

Mengutip Reuters, FDA kemudian akan menganalisis data dan mengadakan pertemuan dengan komite penasihat untuk mempelajari permohonan izin J&J.

Bulan lalu FDA mengungkapkan rencana bagus J&J berencana untuk meluncurkan vaksin pada Maret.

Setelah mengantongi izin darurat, J&J sudah menyiapkan dosis untuk proses persalinan. J&J bertujuan untuk mengirimkan 1 miliar dosis vaksin pada tahun 2021 dengan produksi di Amerika Serikat, Eropa, Afrika Selatan, dan India.

AS telah setuju untuk membeli 100 juta dosis vaksin J&J senilai US $ 1 miliar. AS berencana membeli tambahan 200 juta dosis vaksin J&J.

Kampanye vaksinasi massal dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran atas munculnya strain baru virus korona Inggris yang lebih menular dan berpotensi menurunkan efektivitas vaksin.

Berbeda dengan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, vaksin yang dibuat oleh J&J tidak memerlukan injeksi dosis kedua atau harus dikirim dalam keadaan beku.

Vaksin J&J menggunakan virus flu biasa yang dikenal sebagai adenovirus tipe 26 untuk memasukkan protein virus corona ke dalam sel tubuh dan memicu respons kekebalan. Sedangkan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna menggunakan teknologi baru yaitu messenger RNA (mRNA), sehingga harus disimpan dalam kondisi beku.

(evn)

[Gambas:Video CNN]


Source