Jerman mempertimbangkan larangan penerbangan Inggris dan Afrika Selatan karena kekhawatiran akan virus

Pesawat South African Airways Airbus A330 (A330-243) terlihat pada 19 November 2019 di Bandara Internasional Munich MUC EDDM bernama Franz Josef Strauss, Flughafen Munchen, ibu kota Bavaria, Jerman. Pesawat tersebut memiliki registrasi ZS-SXX dengan mesin jet 2x RR. South African Airlines SA SAA SPRINGBOK adalah maskapai penerbangan milik negara Afrika Selatan, anggota Star Alliance yang berkantor pusat di Airways Park di Bandara Internasional OR Tambo di hub Johannesburg JNB. (Foto oleh Nicolas Economou / NurPhoto via Getty Images)
Pesawat South African Airways Airbus A330 (A330-243) terlihat pada 19 November 2019 di Bandara Internasional Munich, ibu kota Bavaria, Jerman. (Foto oleh Nicolas Economou / NurPhoto via Getty Images)

Jerman sedang mempertimbangkan untuk melarang penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan untuk mencegah penyebaran jenis virus korona baru yang lebih menular yang beredar di kedua negara, sumber yang dekat dengan kementerian kesehatan Jerman mengatakan kepada AFP pada hari Minggu.

Mengikuti contoh Belanda, di mana larangan semua penerbangan penumpang dari Inggris mulai berlaku Minggu, pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan langkah serupa sebagai “opsi serius” untuk penerbangan baik dari Inggris maupun Afrika Selatan, kata sumber itu.

Seorang juru bicara kementerian kesehatan mengatakan pemerintah di Berlin sedang memantau perkembangan di Inggris dengan sangat dekat dan bekerja pada “tekanan tinggi” untuk mengevaluasi informasi dan data baru mengenai strain baru tersebut.

Jerman telah berhubungan dengan mitranya di Eropa, kata juru bicara itu.

Belgia juga mengumumkan larangan semua penerbangan dan kereta api dari Inggris.

Larangan Belanda, dari pukul 6:00 pagi (0500 GMT) pada hari Minggu hingga 1 Januari, datang beberapa jam setelah Inggris mengumumkan perintah tinggal di rumah bagi sebagian negara untuk memperlambat varian baru, yang menurut Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock “keluar kontrol ”.

Di Jerman, bagaimanapun, jenis baru virus tersebut sejauh ini belum terdeteksi, menurut kepala ahli virologi di rumah sakit Charite Berlin, Christian Drosten, di Twitter.