Jenis fase bulan dari bulan baru hingga bulan sabit terakhir. Inilah penjelasannya

Jenis fase bulan sangat berbeda dan unik. Penting bagi Anda untuk mengenal mereka. Fase bulan adalah proses perubahan bentuk bulan secara berkala jika diamati dari bumi.

Perubahan bentuk ini terjadi karena perbedaan bagian atau bagian bulan yang terkena sinar matahari. Dengan demikian bagian lainnya menjadi gelap. Terkadang bentuk bulan yang Anda lihat banyak berubah.

Bulan tampak seperti bulan purnama atau bulan purnama, setengah lingkaran, setengah bulan, hingga tidak lagi terlihat sama sekali. Tentunya, ketika Anda berbicara tentang bentuk bulan, Anda semakin penasaran dengan bentuk bulan yang sebenarnya.

Baca Juga: Cara Membaca Karakter Orang Lewat Fase Bulan Purnama Pilihannya

Ketahui fase bulan

Seperti yang kita ketahui bersama, bulan memiliki bentuk bulat yang menyerupai bola. Satelit alam di tata surya ini tidak dapat menghasilkan cahayanya sendiri.

Bulan adalah satelit alami Bumi dan satelit terbesar kelima di tata surya. Bulan adalah benda angkasa yang tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri.

Selama ini bulan terlihat cerah dan menciptakan cahayanya sendiri karena menerima pantulan cahaya dari matahari.

Bulan terlihat cerah dan putih, tetapi permukaan bulan sebenarnya sangat gelap. Jarak orbit bulan dari bumi kira-kira 384.000 km.

Bulan mengorbit bumi sedangkan bumi mengorbit matahari. Bulan yang mengorbit bumi kerap terlihat berbeda setiap malam. Sinar bulan terang yang tampak berubah setiap hari sering disebut fase bulan.

Setiap fase memiliki pengucapannya sendiri. Fase bulan berulang setiap 29,5 hari atau hampir sebulan sekali. Berikut jenis fase bulan yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

bulan baru

Merupakan fase dimana bulan berada di tengah matahari dan bumi. Gerhana matahari dapat terjadi pada fase bulan baru.

Pasalnya, bulan menghalangi sinar matahari yang seharusnya memberi cahaya pada bumi. Dengan demikian, bulan yang menghadap bumi tidak menerima sinar matahari, sehingga bulan tidak terlihat dari bumi.

Baca Juga: Fenomena Kuartet Bulan-Venus-Spica-Merkurius Menjelang Langit Fajar

Waxing cresent

Merupakan fase bulan sabit awal. Pada fase ini bulan menjauh dari pusat matahari dan bumi. Jadi, kurang dari separuh bulan yang terpapar matahari. Inilah yang membuat bulan terlihat seperti bulan sabit jika dilihat dari Bumi. Keadaan ini berlangsung selama 7 hari.

Ronde pertama

Fase bulan jenis ini sering disebut sebagai fase bulan seperempat pertama. Pada fase ini bulan tampak seperti setengah lingkaran. Selain itu, posisi bulan berada pada sudut 90 derajat antara bumi dan matahari.

Tumbuh kecil

Selama awal bulan cembung ini, hampir seluruh bagian bulan mendapat sinar matahari sehingga tampak cerah. Namun, terlihat gelap di sisi kiri bulan karena tidak mendapat cahaya dari matahari. Pada tahap ini bulan terlihat indah.

Bulan purnama

Jenis fase bulan disebut juga bulan purnama. Pada fase ini bulan, bumi dan matahari berada pada posisi paralel seperti bulan baru. Namun, posisi bulan berada di sisi berlawanan dari bumi.

Ini menyebabkan seluruh bulan menyala dan menghadap bumi. Sedangkan bagian yang tidak terkena sinar matahari akan tertutup sama sekali.

Baca Juga: Tripel Konjungsi Bulan-Venus-Beehive Menghiasi Langit Malam Dini Hari

Wanning Gibbous

Setelah fase bulan purnama, bulan bergerak ke barat. Ini sedikit mengaburkan sinar matahari dari bumi. Kemudian tercipta bulan yang terlihat cembung dan membentuk 3/4 dari bumi.

Kuartal ketiga

Jenis fase bulan selanjutnya hampir sama dengan fase bulan seperempat atau setengah bulan. Seperempat bulan ketiga terjadi saat bulan berada pada sudut 90 derajat antara matahari dan bumi. Jadi Anda bisa melihat setengah bulan dalam cahaya dan setengah bulan dalam bayangan.

Namun, posisi bulan yang terlihat berlawanan dengan posisi kuartal pertama setiap bulannya.

Jenis fase bulan terakhir adalah fase bulan sabit yang memudar. Fase ini sangat mirip dengan bulan sabit dalam fase waxing sabit, di mana Anda hanya melihat kurang dari separuh bulan yang menerima sinar matahari.

Namun, pada tahap ini cahaya bulan akan semakin pudar. Karena sinar matahari bergerak dari posisi menyinari bulan yang terlihat dari bumi, menuju bulan baru atau bulan baru yang tampak gelap. (R10 / HR Online)

Editor: Jujang

Source