Jenazah seorang penderita Corona terdampar di pantai, negara ini melarang warganya untuk pergi

Jakarta

Vanuatu, sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, melarang warganya meninggalkan wilayah mereka selama tiga hari setelah pihak berwenang menemukan mayat pasien Corona terdampar di pantai.

Menurut laporan Radio Selandia Baru (RNZ), pelarangan ini dilakukan karena pihak berwenang ingin melakukan penelusuran ke warga sekitar.

Dikutip dari CNN, Mayat penderita Corona diketahui merupakan seorang nelayan Filipina. Mayat itu ditemukan pada 11 April di dekat ibu kota Vanuatu, Port Vila.

Pada hari itu, sebuah kapal tanker berbendera Inggris melaporkan bahwa salah satu awaknya (ABK) tidak berada di kapal karena hendak berlayar keluar dari Port Vila.

Otoritas Vanuatu kemudian meminta kapal tanker itu untuk kembali ke pelabuhan. Operasi untuk menemukan anggota awak yang hilang dilakukan.

Hingga akhirnya, jenazah awak kapal ditemukan di pantai dalam kondisi mati. Jenazah langsung dibawa ke tempat pemeriksaan dan dinyatakan positif COVID-19.

Oleh karena itu, pihak berwenang setempat segera meminta kepada 16 orang yang berada di lokasi ditemukannya jenazah untuk melakukan karantina. Sebagian besar dari 16 orang tersebut adalah anggota Polri.

Dirjen Kesehatan Vanuatu Russel Tamata juga mengimbau warga untuk melakukan tes Corona meski risiko penularannya sangat kecil.

Hingga saat ini, negara berpenduduk sekitar 300.000 jiwa ini baru mencatat tiga kasus COVID-19. Vanuatu pertama kali melaporkan kasus infeksi virus Corona pada November 2020.

Menonton video “Ahli Gizi Mengingatkan Anda untuk Menjaga Diet Seimbang Saat Berpuasa
[Gambas:Video 20detik]
(ryh / naf)


Source