Jarang Bergerak Bikin Kesehatan Memburuk dalam 2 Minggu

Jakarta, CNN Indonesia –

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang jadi minim bergerak. Bukan hanya karena kebijakan kuncitara, tapi ada juga banyak orang yang takut dengan ancaman virus corona jika beraktivitas di luar.

Padahal, menggerakan tubuh sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Meluncurkan CNN, Mengurangi aktivitas fisik seperti mengurangi jumlah langkah harian memiliki berbagai konsekuensi kesehatan yang negatif.

Resistensi insulin, berkurangnya massa otot, peningkatan lemak tubuh, dan kualitas tidur yang buruk hanyalah beberapa masalah kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Ketidakaktifan fisik juga merupakan penyebab utama kesehatan mental yang buruk.

Penelitian Universitas McMaster menemukan bahwa pengurangan langkah harian 1.500 – mirip dengan apa yang dilakukan banyak orang di rumah sendirian – dapat mengurangi sensitivitas insulin hingga sepertiga hanya dalam dua minggu. Periode ketidakaktifan yang sama juga menyebabkan individu yang berusia di atas 65 tahun kehilangan 4 persen massa otot kaki mereka.

Kelompok lanjut usia akan mengalami kondisi yang lebih parah. Ketika para lansia kembali ke rutinitas harian normalnya, mereka bahkan tidak dapat memperoleh kembali massa otot yang hilang.

Ahli fisiologi otot James McKendry mengatakan ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga dan membangun otot yang kuat selama pandemi ini.

“Cara paling efektif adalah melakukan latihan beban tubuh,” kata McKendry.

Di rumah, Anda bisa melakukan latihan seperti push-up, squat, dan lunge. Anda juga dapat memasukkan yoga atau pilates ke dalam rutinitas harian Anda untuk mendapatkan manfaat kesehatan fisik dan mental yang signifikan.

McKendry juga merekomendasikan agar orang tua mengonsumsi lebih banyak protein daripada yang direkomendasikan dalam pedoman saat ini. “Makanan kaya protein sangat penting karena membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan menyediakan bahan penyusun otot,” tulis McKendry.

Para orang tua disarankan untuk mengonsumsi 25-40 miligram protein setiap kali makan. Dapatkan protein dari berbagai sumber, baik hewani maupun nabati.

(asr)

[Gambas:Video CNN]


Source