Jakarta memperpanjang PSBB transisi untuk mencegah lonjakan kasus selama liburan – Sel, 22 Desember 2020

Pemerintah Jakarta telah memperpanjang masa transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB) selama dua minggu hingga 3 Januari karena diharapkan dapat mencegah lonjakan kasus COVID-19 selama liburan akhir tahun.

Jakarta telah mencatat peningkatan signifikan dalam kasus baru yang dikonfirmasi dalam empat minggu terakhir, dengan para ahli mencurigai kasus tersebut datang sebagai akibat dari akhir pekan yang panjang di akhir Oktober.

“Kami mencatat bahwa peningkatan signifikan kasus yang dikonfirmasi mulai terjadi pada pertengahan November,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam sebuah pernyataan, Minggu.

Pada Sabtu, sehari sebelum perpanjangan diumumkan, Jakarta mencatat jumlah kasus baru terbanyak yakni 1.899 kasus. Pada hari Minggu, kota itu mencatat tertinggi harian lainnya 1.592 kasus, sehingga jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 162.111 sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret.

Jakarta juga mengalami peningkatan tingkat hunian tempat tidur di 98 rumah sakit rujukan di kota itu dalam sebulan terakhir.

“Tingkat hunian ranjang isolasi mencapai 85 persen, atau sekitar 5.691 dari total 6.639 ranjang terisi. ICU [intensive care unit] Tingkat hunian tempat tidur mencapai 80 persen, dengan 772 dari 907 tempat tidur ICU terisi, ”kata Widyastuti.

Dia mengatakan, pemerintah Jakarta sedang berusaha untuk menambah lebih banyak tempat tidur isolasi sehingga total menjadi 7.171, serta tempat tidur perawatan yang lebih intensif dengan total 1.020.

Angka positif di Jakarta juga tetap tinggi, mencapai lebih dari 9 persen dalam tiga bulan terakhir – lebih tinggi dari angka ideal di bawah 5 persen seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

“Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] Indikatornya, risiko penularan virus Corona di Jakarta meningkat dari sedang menjadi tinggi karena adanya [high] tingkat kepositifan dan tingkat hunian tempat tidur, ”kata Widyastuti.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihak berwenang akan fokus membatasi pergerakan selama perpanjangan terakhir PSBB transisi, terutama menjelang musim liburan akhir tahun.

“Kami akan memantau dan mengontrol mobilitas masyarakat untuk mengekang penularan dari orang yang masuk atau keluar Jakarta. Sangat penting bagi kami untuk tinggal di rumah dan tidak bepergian ke luar kota, ”kata Anies.

Kelompok infeksi yang muncul dari tempat kerja dan rumah tangga tetap menjadi sumber utama penularan COVID-19 di Jakarta, kata Anies.

Dari 7 dan 13 Desember, kota tersebut melaporkan 3.821 kasus terkait dengan kelompok rumah tangga dan 313 kasus yang diyakini berasal dari kelompok infeksi di tempat kerja.

“Mobilitas masyarakat saat musim liburan akan berdampak pada banyaknya kasus baru,” kata Anies.

Anies mengeluarkan instruksi gubernur dan keputusan pada 16 Desember yang memerintahkan bawahannya untuk menerapkan pembatasan yang lebih ketat selama liburan akhir tahun.

Kedua dokumen tersebut mengatur aktivitas sehari-hari selama liburan, mulai dari aktivitas bisnis dan keagamaan hingga perjalanan dalam kota dan ke dan dari Jakarta.

Peraturan tersebut mengatur jam operasional kafe, restoran, tempat hiburan, tempat wisata, dan pusat perbelanjaan pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Mereka juga melarang pertemuan lebih dari lima orang di tempat umum dan mengharuskan orang yang bepergian ke ibu kota untuk menunjukkan hasil tes cepat antigen negatif. (nal)

Periode premi Anda akan kedaluwarsa dalam 0 hari

tutup x

Berlangganan untuk mendapatkan akses tak terbatas Dapatkan diskon 50% sekarang

Source