Istri mertuanya menjadi tersangka KPK, Ridwan Kamil: Silakan lanjutkan

Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengundang aparat penegak hukum untuk memproses kasus Siti Aisyah Tuti Handayani, yang notabene adik ipar istrinya.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkannya kepada pihak berwajib. Silakan diproses saja,” kata sosok yang akrab disapa Kang Emil itu di Bandung, Senin (19/4/2021).

Seperti diketahui, mantan anggota DPRD Jabar ini menjadi salah satu tersangka kasus dugaan suap bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten Indramayu pada 2017. Kang Emil juga menegaskan hubungannya dengan SATH hanya sebatas profesionalisme.

“Hubungan profesional, karena dia anggota pengurus,” kata Kang Emil.

Ia juga mengatakan, kasus tersebut merupakan perkembangan dari kasus penangkapan tangan (OTT) di Pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2017. Ia juga memastikan bahwa kasus hukum yang mendakwa SATH tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga.

“Itu terjadi pada 2017 dan semua yang dilakukan SATH adalah tindakan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan keluarga,” lanjutnya.

Kang Emil juga membenarkan bahwa SATH tidak lagi menjabat sebagai Komisaris Independen Bank BJB Syariah. Informasi yang dihimpun, SATH menjabat sebagai komisaris di BJB Syariah mulai April 2020.

Lebih lanjut terkait kasus tersebut, Kang Emil meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan semua pihak, termasuk ASN, kepala daerah dan keluarga. Yang masih berniat koruptor akan berhadapan dengan hukum,” imbuhnya.

Pemprov Jabar, kata Kang Emil, tengah berupaya mengambil langkah preventif dari perilaku KKN. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan transparansi rencana pembangunan agar dapat dipantau langsung oleh masyarakat.

“Sejak awal kami berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan ini dengan bersih dan akuntabel. Hal ini terlihat dari berbagai sistem yang dibangun untuk mendukung good governance. Dulu perencanaan dan penganggaran dilakukan secara manual, sekarang sudah online. Masyarakat juga bisa mengaksesnya sebagai bagian dalam bentuk pengawasan dan transparansi “, pungkasnya

(yum / lumpur)

Source