Inspektur Jenderal Fadil Memecat 24 Orang Anaknya Karena Kasus Pemerasan

VIVA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan data hasil operasi penangkapan tangan (OTT) Bidang Profesi dan Keamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya sepanjang tahun 2020. Data tersebut mencatat bahwa Polda Metro Personel Jaya yang terlibat pungutan liar (pungli) tahun ini meningkat dibanding tahun 2019.

“Tahun 2020 ada 24 anggota, tahun 2019 ada 20 anggota. Sampai empat personel atau sebanyak 20 persen,” ujarnya di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2020.

Jika dirinci, terdapat kasus pemerasan jalanan sepanjang tahun 2020 yang menurun hingga 50 persen. Pada 2019 terdapat enam kasus, sedangkan pada 2020 terdapat tiga kasus. Badan Reserse Kriminal (Reskrim) juga mengalami peningkatan.

Tahun 2019 tidak ada kasus, sedangkan tahun 2020 ada satu kasus pemerasan. Anggota yang terbukti melakukan pemerasan diproses oleh Bidropam Polda Metro Jaya. Mereka menjalani dengar pendapat etis sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Pemerasan kasus narkoba meningkat 43 persen. Tahun 2019 ada 14 kasus, sedangkan tahun 2020 ada 20 kasus,” kata Fadil.

Sedangkan untuk anggota yang melakukan pelanggaran yang dikenakan sanksi pemberhentian tidak hormat (PTDH) ada 45 personel. Jumlah ini diakumulasikan sejak 1 Januari hingga 23 Desember 2020. Personel yang dikenai sanksi PTDH meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2019.

Untuk anggota yang berprestasi diberi penghargaan dan honor atau penghargaan. Sepanjang 2020, diterima 416 personel Polda Metro Jaya Penghargaan. Menurut Fadil, angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2019. Pasalnya pada tahun sebelumnya 619 personel mendapatkan penghargaan.

Sebanyak 45 personel ditugaskan hukuman berupa PTDH selama tahun 2020. Tahun 2019 ada 40 orang, bertambah lima orang. Turun 203 personel atau 33 persen, ”lanjut Kapolda. (Ren)

Source