Insiden Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Bertemu dengan Erdogan, Presiden Dewan Eropa malu dengan semuanya

BRUSSELS, KOMPAS.com – Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, mengaku malu dengan kursi yang salah dari Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pada pertemuan di Ankara, Michel duduk di satu-satunya kursi di sebelah Erdogan.

Kemudian ketika Von der Leyen tiba, dia tampak bingung dan mengangkat tangannya tidak percaya.

Baca juga: Momen Canggung, Presiden Komisi Eropa Tak Dapat Kursi Saat Mengunjungi Erdogan

Akhirnya, dia duduk di sofa jauh, di seberang Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Padahal seperti diberitakan Sky News Sabtu (10/4/2021), Cavusoglu berada di posisi terbawah, mengacu pada aturan duduk.

Bicaralah dengan harian Jerman Handelsblaat, Michel mengaku jika dia bisa pergi ke masa lalu dia akan memperbaikinya.

“Saya baru saja membukanya, saya tidak bisa tidur nyenyak karena kejadian itu terus berputar di kepala saya,” katanya.

Dalam wawancara dengan LN24, Michel mengatakan insiden antara Von der Leyen sangat mengerikan.

Ia menyayangkan bagaimana Presiden Komisi Eropa, sebuah lembaga tinggi di Uni Eropa, salah tempat duduk di Turki.

Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Tak Diberikan Kursi Saat Kunjungi Erdogan, Benua Biru Tanggapi Serius

“Saya berkata, jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan mencoba memperbaiki situasi ini,” katanya.

Situasi memalukan itu terjadi sebelum mereka mengadakan pertemuan tiga jam dengan Erdogan.

Agendanya adalah hak-hak perempuan, setelah Ankara memutuskan mundur dari konvensi kekerasan berbasis gender.

Dalam jumpa pers setelah kejadian tersebut, baik Ursula von der Leyen maupun Michel sama sekali tidak membahasnya.

Baca juga: Ketua Komisi Eropa Tak Bisa Duduk Saat Bertemu Erdogan, Turki Enggan Disalahkan

Juru bicara Uni Eropa menjelaskan bahwa Presiden Komisi Eropa harus duduk sejajar dengan Presiden Turki dan Presiden Dewan Eropa.

Namun, mereka memilih untuk memprioritaskan substansi rapat daripada terus ribut soal protokoler.

“Kami akan melakukan kontak untuk memastikan, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari,” jelasnya.

Source