Inilah yang akan terjadi jika bayi lahir di pesawat

Sebagian besar maskapai penerbangan memiliki batasan bagi wanita hamil yang boleh terbang. Biasanya, jika sudah lebih dari 38 minggu atau 30 hari sebelum tanggal lahir, ibu hamil dilarang terbang.

Namun, jika ada kejadian seorang wanita tiba-tiba melahirkan di pesawat, awak kabin tidak punya banyak pilihan. Pertama, pramugari tidak dilatih untuk melahirkan bayi. Jadi, dalam situasi itu, semua orang pasti mengharapkan dokter atau perawat menjadi penumpang dalam penerbangan itu.

Jika tidak ada tenaga medis profesional di pesawat, pramugari akan bertindak sebagai bidan dan mencoba melahirkan bayi. Ini mungkin terjadi jika tidak ada cara lain bagi mereka untuk melakukan pendaratan darurat.

2. Tidak ada aturan universal untuk kewarganegaraan bayi

Jika seorang bayi lahir saat pesawat berada di udara, maka bayi tersebut akan mendapatkan kewarganegaraan yang sama dengan ibu dan ayahnya.

Namun, ada dua kemungkinan lain. bayi dapat memperoleh kewarganegaraan negara di mana pesawat tersebut terdaftar atau lokasi di mana pesawat itu berada pada saat pengiriman.

Jika seorang bayi lahir di salah satu bagian AS, ia akan segera memperoleh kewarganegaraan AS. Namun, jika bayi lahir di wilayah Inggris, dia tidak akan menerima dokumen Inggris.

3. Tiket Gratis

Ilustrasi tiket pesawat.  (dok. StockSnap / Pixabay / Tri Ayu Lutfiani)

Meski hanya sedikit bayi yang mendapatkan penerbangan gratis seumur hidup saat dilahirkan di pesawat, kemungkinan hal itu tetap ada.

Bayi yang lahir di Polar Airlines, AirAsia, Asia Pacific Airlines atau Airways, dan satu bayi dari penerbangan Virgin Atlantic mendapatkan tiket gratis hingga mereka mencapai usia 21 tahun.

Pada 2017, seorang bayi laki-laki yang lahir di Spirit Airlines mendapat tiket gratis di hari ulang tahunnya seumur hidup dan bisa membawa penumpang tambahan juga.

Source