Inilah Peran 3 Tersangka Dipalsukan Hasil Rapid Test di Surabaya

Surabaya

Polisi menemukan sindikat yang menghasilkan hasil tes cepat palsu. Tiga orang diamankan. Mereka adalah individu-individu yang bekerja sama agar hasil rapid test keluar tanpa ada penumpang kapal yang melakukan rapid test.

Ketiga orang tersebut adalah M Roib (55), warga Pabean Cantik yang merupakan biro perjalanan, Budi Santoso (36), warga Pabean Cantik yang menjadi calo penumpang, dan Syaiful Hidayat (46) warga Bubutan. yang merupakan pegawai honorer puskesmas di surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan para tersangka punya peran masing-masing. Yang bertugas mencari penumpang adalah tersangka Roib dan Budi. Surat hasil rapid test memang satu paket dengan tiket perjalanan.

“Setelah mendapat penumpang, mereka memberikan iming-iming sertifikat rapid test tanpa tes. Tanpa pengambilan darah, tanpa mengikuti tes SOP protokol kesehatan yang dijalankan oleh kesehatan. Dengan membayar Rp 100.000 mereka (penumpang) bisa mendapatkannya , ”Kata Ganis kepada wartawan di Polsek Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (21/12/2020).

Setelah mendapatkan penumpang, Roib dan Budi menghubungi Syaiful. Syaifu sendiri di puskesmas bekerja sebagai cleaning service dan membantu administrasi. Berkat bantuan administrasi inilah Syaiful mengetahui tentang surat hasil rapid test tersebut.

Untuk membuat surat hasil rapid test, Syaiful hanya perlu menerima foto KTP penumpang dari Roib dan Budi lewat WhatsApp. Dengan data dari KTP penumpang, Syaiful memasukkan identitas penumpang dalam surat hasil rapid test.

Sebagai kesimpulan, Syaiful mencap surat rapid test dengan hasil non reaktif dengan stempel dokter yang dipalsukannya. Surat hasil tes cepat tersebut kemudian diserahkan ke Roib. Roib menandatangani surat itu sendiri atas nama dokter sesuai cap, tapi dia membuat tanda tangannya sendiri alias tanda tangan ngawur.

“Stempelnya dibuat sendiri. Dokter itu sebenarnya, dia dalam pelayanan. Tapi stempel itu dipalsukan oleh karyawannya sendiri,” kata Ganis.

(iwd / iwd)

Source