Ini Penjelasan Polisi Terkait Kasus Video Ujaran Kebencian Gus Nur …

Memuat …

JAKARTA – Hampir dua bulan beredar di dunia maya, video ujaran kebencian yang dibuat Nur terhadap Nahdlatul Ulama (NU) masih beredar di Channel Youtube Refly Harun dan Channel Munjiat milik Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.

Hingga saat ini, kasus Gus Nur di Bareskrim Polri masih belum jelas, meski kedua penyidikan sudah dilakukan. “Nanti akan kami sampaikan kejelasan kapan hasilnya sudah lengkap,” kata Kabag Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono saat dimintai keterangan lewat pesan aplikasi WhatsApp, Minggu (20/12/2020). (Baca juga: Putra Gus Nur Akan Diselidiki Bareskrim)

Diketahui, terakhir kali polisi memberikan informasi publik terkait kasus Gus Nur pada 6 November 2020. Saat itu, Karo Penmas, Brigjen Pol. Jenderal Pol. Awi Setiyono mengatakan penyidik ​​hanya perlu melengkapi berkas perkara dengan keterangan saksi ahli forensik digital agar berkas perkara tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur bisa segera dikirim ke Kejaksaan untuk diperiksa. (Baca juga: Refly Harun Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Bareng Gus Nur)

Sementara itu, Refly Harun yang merupakan rekan Gus Nur dalam talkshow YouTube dipanggil Badan Reserse Kriminal untuk diperiksa sebagai saksi. Dalam wawancara dengan media, Refly yang dikenal sebagai Pakar Hukum Tata Negara mengungkapkan bahwa ide awal pembuatan konten video wawancara untuk diunggah ke kanal YouTube berasal dari tersangka Gus Nur. “Saya dipanggil pada 12 Oktober oleh Gus Nur untuk meminta sesuatu yang namanya kolaborasi,” kata Refly saat itu kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (3/11/2020). (Baca Juga: Dicek Bareskrim Terkait Gus Nur, Ini Penjelasan Refly Harun)

Refly menjelaskan, membuat video bersama Gus Nur adalah hal biasa. Dalam perhitungannya, kolaborasi antara pembuat konten dengan jumlah pengikut atau subscriber yang sama adalah hal biasa. Pernyataan Refly kepada media seperti menjawab perkataan Brigjen Pol. Awi Setiyono, yakni mengenai tujuan penyidikan polisi terhadap Refly. “Penyidik ​​akan mengembangkan (kasus) ini dan semua pihak akan dimintai keterangan sebagai saksi, baik pembuat konten, pemilik saluran (Refly Harun), dan pihak terkait lainnya dalam proses pembuatan konten,” kata Awi beberapa waktu lalu.

Karena putusan pengadilan terhadap Nur Sugik belum diterima, video ujaran kebencian Nur Sugik terhadap Nahdlatul Ulama masih beredar di Channel YouTube Refly Harun dan Channel Munjiat. Jadi, publik juga dimungkinkan untuk melaporkan kembali pihak-pihak yang masih menyimpan dokumen digital yang berisi kejahatan ujaran kebencian.

(chip)

Source