‘Ini akan membosankan, tapi lebih aman’: Dokter memohon warga Jakarta untuk tinggal di rumah selama liburan akhir tahun – City

Di tengah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan rawat inap di ibu kota, asosiasi dokter meminta warga Jakarta untuk tinggal di rumah selama liburan Natal dan Tahun Baru untuk mencegah lonjakan kasus lebih lanjut.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat tingkat hunian tempat tidur rumah sakit di 98 rumah sakit rujukan COVID-19 di kota itu meningkat dalam sebulan terakhir. Tempat tidur isolasi di kota sudah mencapai tingkat hunian 85 persen, sementara tempat tidur perawatan intensif berada di 80 persen, badan tersebut melaporkan pada hari Sabtu.

“Rumah sakit penuh sekarang. Meskipun ada cukup dokter, tidak ada tempat [to treat patients]. Itu memprihatinkan, ”kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Slamet Budiarto, Selasa, seperti dikutip kompas.com.

Dia mengimbau masyarakat untuk bekerja sama mencegah penyebaran virus lebih lanjut, terutama selama liburan mendatang.

“Orang harus menahan diri dari makan di restoran. Dan tolong libur saja di rumah dan jangan keluar, “kata Slamet.” Membosankan, kami tahu. Tapi [staying at home is the best thing we all can do to prevent infections] sambil menunggu vaksin tersedia tahun depan. ”

Pemerintah Jakarta pada hari Minggu memperpanjang periode transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB) selama dua minggu hingga 3 Januari dengan harapan mencegah lonjakan kasus COVID-19 selama liburan akhir tahun. Ini mencatat peningkatan signifikan dalam kasus baru yang dikonfirmasi dalam empat minggu terakhir, dengan para ahli mencurigai itu adalah hasil dari akhir pekan yang panjang di akhir Oktober.

Kelompok infeksi yang muncul dari tempat kerja dan rumah tangga tetap menjadi sumber utama penularan COVID-19 di Jakarta, kata Gubernur Anies Baswedan saat mengumumkan perpanjangan. Dari 7 hingga 13 Desember, kota tersebut melaporkan 3.821 kasus terkait dengan kelompok rumah tangga dan 313 kasus yang diyakini berasal dari kelompok infeksi di tempat kerja.

Baca juga: Lebih banyak orang di Indonesia keluar di tengah pandemi: Apple, studi Google

Para ahli mengatakan virus menyebar di antara anggota rumah tangga karena orang terus melakukan banyak kegiatan di luar rumah tanpa mengikuti protokol kesehatan dan tidak menyadari bahwa mereka mungkin membawa penyakit itu ke rumah.

Jika masyarakat terus tidak mematuhi aturan pemakaian masker dan jarak sosial, satu-satunya cara Jakarta untuk mengekang penularan adalah kembali ke PSBB yang lebih ketat, kata Slamet.

“Jika PSBB yang lebih ketat diberlakukan, ekonomi mungkin akan turun lagi. Jadi, untuk menghindarinya, gunakan hati nurani Anda. [and follow health rules] dan cintai dirimu, keluargamu, ”tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk menambah lebih banyak tempat tidur isolasi sehingga total menjadi 7.171, serta tempat tidur perawatan intensif dengan total 1.020 untuk mengantisipasi peningkatan kasus. Ia mengatakan, kota itu juga akan menambah jumlah tenaga kesehatan.

Rumah sakit rujukan di Jakarta Pusat, misalnya RS Gawat Darurat Kelurahan Atlet, kehabisan tempat tidur dan sudah tidak bisa lagi menerima pasien asimtomatik.

Tingkat hunian tempat tidur di tiga dari empat menara apartemen yang digunakan sebagai rumah sakit darurat rata-rata sudah mencapai 75 persen. Rumah sakit menyediakan tempat tidur di satu-satunya menara yang tersisa untuk pasien yang menunjukkan gejala ringan atau sedang. Awalnya, menara khusus ini hanya digunakan untuk mengisolasi diri pasien tanpa gejala.

“Praktisnya, kami tidak bisa lagi menerima pasien asimtomatik,” kata Komandan Lapangan RS TNI AL Letkol Muhammad Arifin, Selasa, seperti dikutip dari Reuters. kompas.com.

Pada hari Selasa, Jakarta mencatat 1.311 kasus COVID-19 baru, sehingga totalnya menjadi 165.888, tertinggi di negara ini. Sekitar 14 orang meninggal karena COVID-19 hari itu, sehingga jumlah kematian menjadi 3.101.

Tingkat positif di Jakarta juga mencapai lebih dari 9 persen dalam tiga bulan terakhir, menurut Dinas Kesehatan Jakarta. Ini lebih tinggi dari angka ideal di bawah 5 persen yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. (ami)

Catatan Editor: Artikel ini adalah bagian dari kampanye publik oleh satuan tugas COVID-19 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pandemi.

Source