Ini adalah sederet pekerjaan yang THR-nya rawan dicicil

Jakarta

Peraturan Tunjangan Hari Raya (THR) sudah diumumkan, yang diwajibkan oleh pemberi kerja kepada karyawan sebelum Lebaran dan tidak bisa dicicil. Pemberiannya paling lambat hanya sampai H-1 Lebaran itu pun dialog harus dilakukan dulu dengan para pekerja.

Pengusaha mengakui bahwa tidak semua perusahaan mampu membayar THR secara penuh, apalagi jika tidak dicicil. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J Supit mengatakan sektor yang kurang mampu adalah pariwisata dan ritel.

“Yang tidak mampu juga jumlahnya banyak. Menurut saya sektor pariwisata susah banget. Kita lihat sekarang juga terjadi. bergeser retail juga tersedot online, ”kata Anton, Senin (12/4/2021).

Ketua Panitia Advokasi Dewan Pengupahan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Darwoto menambahkan, sektor yang mungkin tidak bisa membayar THR tepat waktu adalah hotel dan angkutan penumpang.

“Perhotelan dan pariwisata, sektor angkutan penumpang dengan larangan mudik pasti tidak bisa membayar (THR) tepat waktu,” ujarnya.

Selain itu berdasarkan catatan detikcom, seorang pengusaha tekstil meminta THR dicicil. Pasalnya, pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) masih tertekan pandemi COVID-19. Berdasarkan riset Apindo Januari lalu, dari 600 pengusaha TPT, sekitar 200 pengusaha yang terdaftar sudah tidak bisa lagi mempertahankan usahanya.

Tak hanya pengusaha tekstil, pengusaha restoran pun mengaku kesulitan membayar THR. Bahkan, mereka mungkin tidak mampu membayar THR tersebut.

“Nah, bahayanya kita tidak perlu membicarakan THR, sekarang kita sedang memikirkan bagaimana cara membayar THR. Tidak mungkin kita bisa membayar THR kita. Jadi jangan harap ada yang bilang harus bayar THR. Kalau mau bayar ya sudah apa, ”kata Emil Arifin, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran saat dihubungi. detikcom, Jumat (9/4/2021).

Sementara itu, menurut Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang, sektor pariwisata dan properti juga kesulitan membayar THR. Saat ini, menurut dia, keuangan pengusaha di sektor ini sangat tertekan.

“Sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, cafe, travel, transportasi, mall, hiburan malam, lalu otomotif, properti, UMKM, dan berbagai sektor jasa lainnya tentunya tidak memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban THR,” ucapnya. Sarman dalam pernyataannya.

Tonton video ‘Pengusaha yang Terhormat! Pemerintah meminta untuk membayar THR karyawan:

[Gambas:Video 20detik]

(bantuan / eds)

Source