Ini adalah aturan berpergian ke Bali dan Jawa, dan kapan harus melakukan rapid antigen test

KOMPAS.com – Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan regulasi terkait protokol kesehatan perjalanan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Travel Health Protocol Bagi Masyarakat Saat Libur Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Masa Pandemi Covid-19.

Perpres tersebut menjelaskan aturan bepergian ke Bali dan Pulau Jawa selama Liburan Nataru.

Baca juga: Jadi Kondisi Perjalanan, Ini Waktu Akurat untuk Tes Antigen Cepat

Berikut aturannya:

1. Bali

Wisatawan yang berangkat ke Bali menggunakan transportasi udara diharuskan menunjukkan sertifikat hasil tes RT-PCR negatif selambat-lambatnya 7×24 jam sebelum keberangkatan.

Penumpang pesawat juga diwajibkan untuk melengkapi eHac Indonesia.

Sedangkan bagi pelancong darat atau laut, baik pribadi maupun umum, diwajibkan menunjukkan hasil tes cepat antigen selambat-lambatnya 3 x 24 jam sebelum pemberangkatan sebagai syarat perjalanan dan mengisi e-Hac Indonesia.

Baca juga: Panduan pengisian eHAC, wajib untuk perjalanan domestik lewat laut dan udara

2. Pulau Jawa dan di dalam Pulau Jawa (antar Provinsi / Kabupaten / Kota)

Pelancong yang menggunakan angkutan udara dan kereta antarkota diwajibkan menunjukkan sertifikat hasil negatif menggunakan antigen rapid test selambat-lambatnya 3×24 jam sebelum pemberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Sedangkan bagi pemudik yang menggunakan transportasi darat baik pribadi maupun umum disarankan menggunakan rapid antigen test 3×24 jam sebelum pemberangkatan.

Pengisian eHac Indonesia juga wajib dilakukan bagi pemudik yang menggunakan semua moda transportasi, baik publik maupun pribadi, kecuali transportasi kereta api.

Baca juga: Tes Antigen Cepat Perlu Perjalanan, Ini Bedanya dengan Tes Cepat Antibodi dan PCR

Aglomerasi atau area domestik

Sedangkan perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan untuk melayani lokasi antar pulau atau antar pelabuhan domestik yang terbatas dalam suatu kawasan aglomerasi atau dengan transportasi darat, baik swasta maupun publik dalam kawasan aglomerasi perkotaan (Jabodetabek), adalah tidak diharuskan membuat surat hasil tes cepat. antigen sebagai kondisi perjalanan.

Perlu dicatat bahwa surat edaran ini juga menyatakan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diharuskan untuk mengikuti tes RT-PCR atau tes cepat antigen sebagai syarat perjalanan.

Namun, disampaikan bahwa satgas penanganan Covid-19 regional dapat melakukan uji antigen cepat secara acak serta RT-PCR jika diperlukan.

Baca juga: Saksikan Hujan Meteor Ursid yang Muncul di Langit, Ini Waktu Puncaknya

Sedangkan untuk wilayah selain Jawa dan Bali, rapid antibody test masih dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika hasil rapid antigen atau antibody test tidak reaktif atau negatif tetapi memiliki gejala, traveler tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya dilakukan uji diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Perjalanan menggunakan moda transportasi laut mengikuti kebijakan yang berlaku, kecuali perjalanan dari dan ke pulau Bali yang diharuskan menggunakan rapid antigen test.

Apa yang harus dilakukan selama perjalanan

Pelancong wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari keramaian dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Adapun sejumlah pengetatan protokol kesehatan lainnya, yaitu:

  • Penggunaan masker harus dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut
  • Jenis masker yang digunakan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis
  • Dilarang makan dan minum selama penerbangan untuk perjalanan kurang dari 2 jam, terkecuali bagi orang yang diwajibkan minum obat pada waktu tertentu dalam rangka pengobatan yang dinyatakan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja. orang itu

Baca juga: Video Viral Penemuan Telur Ular di Bawah Lantai Keramik, Bagaimana Ceritanya?

Source