Indonesia, Turki setuju untuk melanjutkan negosiasi IT-CEPA

Kami sepakat untuk melanjutkan perundingan Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), dengan harapan selesai pada 2021, sesuai amanat kedua pemimpin Indonesia dan Turki.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Turki sepaham untuk melanjutkan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) yang ditargetkan selesai pada 2021, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Kami sepakat melanjutkan perundingan Indonesia-Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA), dengan harapan selesai pada 2021, sesuai amanat kedua pemimpin Indonesia dan Turki,” kata Marsudi usai bertemu Menlu Turki. Mevlüt Çavuolu di Kementerian Luar Negeri di sini pada hari Selasa.

Indonesia dan Turki memulai perundingan IT-CEPA pada Januari 2018 di Jakarta, beberapa bulan setelah Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Ankara pada Juli 2017.

Kedua negara sejauh ini telah menyelesaikan putaran keempat negosiasi IT-CEPA yang diadakan pada 30-31 Januari 2020, di Ankara, Turki.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi kedua negara membahas rencana penurunan dan penghapusan tarif, serta berbagai masalah terkait bea cukai, karantina barang, urusan hukum, fasilitas perdagangan, dan keamanan.

IT-CEPA diproyeksikan dapat membantu Indonesia dan Turki meningkatkan nilai perdagangan bilateral yang saat ini dinilai belum optimal.

Menteri Cavuolu mengatakan total volume perdagangan kedua negara baru mencapai US $ 1,5 miliar (sekitar Rp 21,2 triliun).

“1,5 miliar dolar AS … masih jauh dari potensi kami yang sebenarnya,” kata Cavuolu.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan total nilai perdagangan menjadi US $ 10 miliar (sekitar Rp141,45 triliun) melalui IT-CEPA.

Çavuolu juga menegaskan bahwa Turki telah sepakat untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia.

“Perusahaan Turki tertarik berinvestasi di Indonesia meski di tengah pandemi,” ucapnya.

Marsudi menegaskan, pemerintah Indonesia menyambut baik minat investor Turki untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia.

Kedua negara saat ini sedang melakukan pembahasan mengenai beberapa proyek kerjasama di bidang perkapalan, pertanian, dan infrastruktur.

“Setelah pertemuan virtual antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia dengan Menteri Perdagangan Turki Juli lalu, kami melihat tingginya minat perusahaan konstruksi Turki untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di jalan tol dan bendungan. proyek, “katanya.

Kedua negara secara aktif menjajaki kerja sama di industri pertahanan. Pekan lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Turki untuk menjajaki kerja sama.

Di bidang teknologi dan industri, Indonesia dan Turki memulai pembicaraan intensif sejak Juni 2020 untuk mempromosikan kerja sama di bidang industri dirgantara dan teknologi kedokteran dan farmasi serta untuk produksi mobil listrik, lokasi peluncuran roket dan pesawat ulang-alik, satelit, dan kendaraan peluncuran satelit. , menurut Marsudi.

Menteri Luar Negeri Turki berada di Jakarta untuk membahas persiapan rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia. (INE)

Berita terkait: Menlu Turki di Jakarta membahas rencana kunjungan Erdogan
Berita terkait: Kerja sama industri pertahanan Indonesia-Turki harus diperkuat
Berita terkait: Ketua MPR meminta dukungan parlemen Turki untuk mempercepat pembicaraan IT-CEPA

Source