Indonesia menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2020 menjadi kontraksi 2,2-1,7 persen – Xinhua

JAKARTA, 21 Desember (Xinhua) – Indonesia telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi kontraksi antara 2,2 dan 1,7 persen, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin.

Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang berkisar antara minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Indrawati mengatakan, revisi tersebut disebabkan ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

Hanya belanja pemerintah yang diperkirakan tumbuh positif sebesar 0,3 persen, sementara semua indikator lainnya diperkirakan tumbuh negatif.

Belanja rumah tangga diperkirakan menyusut 2,7 sampai 2,4 persen, dan investasi diperkirakan turun sekitar 4,5 sampai 4,4 persen.

Sementara itu, ekspor diproyeksikan tumbuh negatif 6,2 hingga 5,7 persen, dan impor akan menyusut 15 hingga 14,3 persen.

Pemerintah juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini akan mengalami kontraksi 2,9% -9,9%. Enditem

Source