Indonesia memberlakukan pembatasan yang lebih ketat

Jakarta, 20 Desember (IANS) Indonesia telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat hingga 8 Januari 2021 untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 setelah Natal dan musim liburan akhir tahun, kata para pejabat pada Minggu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jumlah kasus harian dan kematian meningkat setelah libur panjang akhir Oktober tahun ini, khususnya di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali. dan Kalimantan Selatan, lapor kantor berita Xinhua.

“Sebelumnya, tren kasus di daerah-daerah ini sudah menurun,” kata Pandjaitan, yang merangkap Wakil Ketua Komite Nasional Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, dalam pertemuan dengan para menteri dan kepala daerah.

Setiap tahun di Indonesia, ada eksodus orang-orang yang bekerja di kota besar kembali ke desa atau kota asalnya untuk kumpul keluarga atau sekedar jalan-jalan saat natal dan liburan akhir tahun.

Kali ini, untuk mengatasi eksodus saat pandemi, pemerintah telah melarang perayaan dan pertemuan lebih dari lima orang di tempat umum, dan membatasi jam kegiatan pelayanan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menegaskan tidak akan ada perayaan akhir tahun di ibu kota tahun ini.

Pemerintah Jakarta juga telah membatasi jam operasional kantor, mal, kafe, restoran, tempat menarik dan tempat wisata hingga pukul 19.00 waktu setempat dengan kapasitas maksimum masing-masing 50 persen.

Pemerintah pusat juga mewajibkan orang yang bepergian ke Jakarta dan Provinsi Yogyakarta selama periode tersebut untuk menunjukkan hasil tes cepat antigen negatif.

Juru bicara Satgas Cocid-19 Nasional Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi pada long weekend Oktober lalu, tetapi juga terjadi setelah libur Idul Fitri pada Mei dan libur Hari Kemerdekaan pada Agustus tahun ini.

Lonjakan kasus tersebut dapat memicu dampak selanjutnya seperti rumah sakit yang penuh dan beban tenaga medis meningkat, kata Adisasmito.

Sementara itu, tingkat hunian ruang isolasi dan unit perawatan intensif di rumah sakit di beberapa wilayah telah melebihi 70 persen akibat melonjaknya jumlah kasus harian.

Adisasmito mencatat rata-rata kasus aktif pada Desember tercatat 14,39 persen dari total kasus, naik dari 13,78 persen pada bulan lalu.

Sejauh ini, Indonesia mencatat total 657.948 kasus, tertinggi di Asia Tenggara, dengan 536.260 pasien sembuh dan 19.659 kematian.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan vaksin Covid-19 gratis kepada seluruh warga negara.

Presiden juga menegaskan akan menjadi orang pertama yang divaksinasi di Indonesia untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin tersebut aman.

–IANS

ksk /

Source