Indonesia melarang pakaian agama paksa di sekolah

Siswa mengikuti sesi pembelajaran di sebuah sekolah di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, dalam foto ini diambil pada 4 Januari 2021 oleh Antara Fo
Sekolah tidak lagi diperbolehkan memaksa siswanya mengenakan pakaian religius

Indonesia telah melarang sekolah umum untuk mewajibkan pakaian agama, setelah kisah tentang seorang siswa non-Muslim yang dipaksa mengenakan jilbab di kelas menjadi viral.

“Ini hak individu… Ini bukan keputusan sekolah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Pemerintah memberikan waktu 30 hari kepada sekolah untuk mencabut aturan yang ada.

Mereka mungkin menghadapi sanksi jika tidak mematuhinya.

Langkah tersebut dilakukan setelah seorang siswa non-Muslim di sebuah sekolah kejuruan di Padang berulang kali diminta untuk mengenakan jilbab di kelas. Dia menolak, dan orang tuanya dipanggil untuk berbicara dengan pejabat sekolah.

“Hampir setiap hari, anak perempuan saya dipanggil karena tidak mengenakan kerudung, dan jawabannya adalah dia bukan Muslim,” kata Elianu Hia, ayah dari anak perempuan tersebut kepada BBC News Indonesia.

“Jika saya (memaksa) putri saya memakai jilbab, saya akan berbohong tentang identitas putri saya,” tambah Hia. “Di mana hak-hak agamaku? Lagipula ini adalah sekolah umum.”

Serangan balik online

Masalah ini menarik perhatian nasional ketika orang tuanya diam-diam merekam video pertemuan dengan pejabat sekolah dan mempostingnya di media sosial. Dalam video tersebut, petugas sekolah bersikeras bahwa siswi harus mengenakan jilbab sesuai aturan sekolah.

Di tengah reaksi online, kepala sekolah meminta maaf pada konferensi pers dan mengatakan siswa tersebut akan diizinkan untuk berpakaian sesuai dengan keyakinan agamanya sendiri.

Dalam jumpa pers tentang keputusan tersebut, menteri urusan agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan: “Agama tidak mendorong konflik, juga tidak membenarkan tindakan tidak adil terhadap mereka yang berbeda.”

Andreas Harsono, seorang peneliti di Human Rights Watch, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa keputusan tersebut merupakan langkah positif, mengingat sekolah di lebih dari 20 provinsi masih mewajibkan pakaian agama dalam tata cara berpakaian mereka.

“Banyak sekolah negeri yang mewajibkan siswi dan guru perempuan untuk mengenakan jilbab yang seringkali memicu perundungan, intimidasi, tekanan sosial, dan dalam beberapa kasus, pengunduran diri paksa,” katanya.

Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, tetapi secara resmi mengakui enam agama dan telah mengabadikan pluralisme dalam falsafah negara yang dikenal sebagai Pancasila.

Anda mungkin juga menyukai:

Source