Ilmuwan Mengungkap Misteri Laba-laba Unik di Mars

Ilmuwan mengungkap struktur karbon dioksida beku di permukaan Mars.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mars masih menjadi misteri bagi umat manusia. Meskipun pesawat ruang angkasa probe dan penjelajah lain telah mengunjungi planet ini, ada banyak rahasia yang mungkin tidak diketahui.

Dilaporkan Jaringan Cuaca, penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah ilmuwan membuka salah satu misteri yang tersimpan di Mars. Selama bertahun-tahun, formasi aneh seperti laba-laba telah terlihat di permukaan Planet Merah dari orbit.

Laba-laba ini disebut sebagai araneiform oleh para ilmuwan. Lokasinya yang berada di dekat kutub selatan Mars telah memunculkan teori bahwa pembentukan formasi ini dipengaruhi oleh kondisi musiman planet tersebut.

Para ilmuwan menggunakan laboratorium khusus yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi permukaan Mars dalam penelitian terbaru mereka. Tim dari Irlandia kemudian mengkonfirmasi struktur yang terbentuk saat karbon dioksida dibekukan, atau dikenal sebagai es kering (es kering) memenuhi permukaan tanah planet yang lebih hangat.

Tidak seperti air es, karbondioksida biasanya tidak ‘meleleh’, dalam arti berubah menjadi bentuk cair. Sebaliknya, ia bergerak langsung dari padat ke gas, sebuah proses yang dikenal sebagai sublimasi.

Dalam kasus laba-laba Mars, para ilmuwan berhipotesis bahwa ketika sinar matahari menghantam es CO2 Mars, ia memanaskan tanah di bawahnya, menyebabkan es di pangkalan menyublim, perlahan-lahan membangun tekanan hingga es retak. Pada saat itu, penumpukan gas keluar, dengan kekuatan yang mengikis pola keropos di pasir.

Namun, tidak ada bukti yang jelas sampai studi tersebut melibatkan pembangunan ruang khusus yang dapat ditutup dan diberi tekanan agar sesuai dengan tingkat suhu Mars dan atmosfer yang sangat tipis. Para ilmuwan menurunkan balok es kering dengan lubang yang dibor di dalamnya dan mempelajari pelepasan gas sublimasi, mencatat pola yang tersisa di tanah di bawahnya, mirip dengan yang diamati di Mars dari orbit.

“Ini menarik karena kami mulai memahami lebih lanjut tentang bagaimana permukaan Mars berubah secara musiman,” kata Lauren McKeown, kepala tim peneliti dari Trinity University.

Para peneliti mengatakan metode mereka dapat digunakan untuk mempelajari efek geomorfik lain dari sublimasi es kering di Mars. Bahkan bisa memberikan pengetahuan lebih lanjut di bagian lain tata surya seperti Enceladus atau Europa, dengan sedikit atau tanpa atmosfer.

Source