IK-CEPA Membuka Jalan bagi Proyek Baterai Indonesia-Korea Selatan senilai $ 9,1 miliar

Jakarta. Proyek patungan aki mobil listrik Indonesia dan Korea Selatan senilai $ 9,1 miliar mendapat dorongan setelah kedua negara menandatangani kesepakatan investasi dan perdagangan yang komprehensif, meletakkan dasar bagi ambisi negara Asia Tenggara untuk memanfaatkan kekuatan teknologi yang terakhir untuk membangun industri aki terintegrasi. .

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan mitranya dari Korea Selatan, Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Sung Yun-mo, menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) dalam pertemuan tingkat tinggi di Seoul pada hari Jumat.

“Cakupan kesepakatan IK-CEPA cukup luas, yang menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan tekad untuk meningkatkan hubungan ekonomi ke level yang lebih tinggi,” kata Agus.

Selain meningkatkan perdagangan bilateral tahunan senilai $ 13 miliar antara kedua negara, menteri berharap perjanjian tersebut akan mempercepat investasi Korea Selatan di Indonesia.

“Kesepakatan tersebut tentunya akan berkontribusi pada proses modernisasi perekonomian Indonesia, mengingat Korea Selatan memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi,” ujarnya.

Di sela-sela pertemuan, LG Energy Solutions, anak perusahaan baterai dari perusahaan kimia terbesar Korea Selatan LG Chem, menandatangani nota dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan proyek baterai di Indonesia.

Menurut laporan dari portal berita BusinessKorea awal pekan ini, LG Energy Solutions akan bekerja sama dengan Indonesia Battery Holding – perusahaan patungan antara perusahaan induk pertambangan Indonesia Asahan Aluminium (Mind ID), penambang emas dan nikel yang dikendalikan negara Aneka Tambang ( Antam), perusahaan energi negara Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) – dalam proyek tersebut.

Proyek ini akan menelan biaya 10 triliun won ($ 9,1 miliar) untuk investasi membangun fasilitas penambangan nikel, pemrosesan, peleburan, dan mengubah logam menjadi elektroda baterai dan sel baterai selama lima tahun ke depan. Laporan tersebut mengatakan bahwa LG Energy Solutions akan mengerjakan manufaktur sel baterai, dengan biaya investasi sekitar 2 triliun won.

LG Energy Solutions menolak merinci investasinya di Indonesia pada hari Jumat, dengan mengatakan banyak detail sedang dalam diskusi.

Indonesia telah menetapkan target untuk melarang penjualan mobil bermesin pembakaran dalam pada tahun 2040, dengan batas waktu yang sama dengan Korea Selatan, Singapura, dan Cina. Tujuannya adalah bagian dari gerakan global untuk menghentikan sektor transportasi dari bahan bakar fosil guna mengurangi emisi gas rumah kaca. Norwegia adalah salah satu negara paling ambisius dengan mengharuskan semua mobil menjadi listrik pada tahun 2025. Irlandia, Denmark, Inggris Raya, Jerman, Israel, dan India bertujuan untuk mencapai tujuan tersebut pada tahun 2030 sementara Amerika Serikat 2035.

Selain tujuan lingkungan, Indonesia memandang industri mobil listrik dan aki listrik sebagai sektor strategis untuk mempercepat pemulihan pasca pandemi. Pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo bersikeras menggunakan cadangan nikel Indonesia yang sangat besar sebagai pengaruh untuk menarik investasi asing dan mengubah Indonesia menjadi pemasok utama baterai global.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup di lingkungan bebas polusi,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. kata dalam kesempatan terpisah.

Source