IHSG pada Senin (18/1) terus melemah

ILUSTRASI. Jumat (15/1), IHSG turun 0,85% atau 54,90 poin ke level 6.373,41.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (15/1). IHSG turun 0,85% atau 54,90 poin ke level 6.373,41.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), mayoritas sektor di bursa memang sedang memerah. Hanya sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan yang naik 1,01%. Sementara itu, berbagai sektor industri tergerus paling dalam sebesar 2,43%. Kemudian diikuti oleh sektor pertanian dan keuangan yang masing-masing turun menjadi 1,43% dan 1,41%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengamati pelemahan akhir pekan lalu dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking setelah IHSG menguat signifikan selama beberapa hari sebelumnya. Di sisi lain, pergerakan IHSG dibayangi oleh tingginya angka kasus Covid-19, terutama di negara yang sudah menyentuh 11.000 kasus.

Untuk perdagangan besok, Senin (18/1), Dennies memperkirakan IHSG akan bergerak melemah seiring dengan level tersebut dukung 6,318 hingga 6,264 dan level perlawanan di 6.449 sampai 6.526.

Baca juga: Kinerja yang diproyeksikan membaik, itulah rekomendasi saham emiten otomotif

“IHSG diprediksi akan melemah. Secara teknikal terlihat pergerakan IHSG salib mati pada indikator stokastik yang ada di daerah tersebut overbought mengindikasikan potensi koreksi berlanjut, ”jelasnya dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Jumat (15/1).

Dia menambahkan, pergerakan IHSG masih dibayang-bayangi kecemasan akibat tingginya kasus Covid-19. Selain itu, investor akan mencermati data ekonomi dari China.

Senada, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengungkapkan, pergerakan IHSG pada Senin (18/1) diperkirakan cenderung melemah. IHSG akan bergerak mengikuti level dukung 6.250 dan level perlawanan di 6,450.

Secara teknikal koreksi Jumat (15/1) memperkuat sinyal minor pembalikan bearish yang ditunjukkan oleh indikator stochastic RSI, “kata Valdy dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (16/1).

Baca juga: Aliran dana asing masih deras ke pasar modal sejak awal 2021

Sementara itu, pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi oleh respons pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan PDB China kuartal IV 2020 yang dijadwalkan rilis pada Senin pagi.

Dari dalam negeri, lanjutnya, lembaga pengelola investasi (LPI) alias SWF di Indonesia yang bisa mulai beroperasi sebelum kuartal I 2021 akhirnya mendukung IHSG. Ini akan mendorong keberlanjutannya rapat umum tentang saham konstruksi bangunan seperti ADHI, PTPP, WIKA, dan WSKT di awal minggu. Selain saham-saham tersebut, Valdy juga menyarankan investor untuk mencermati saham lain seperti SMGR, WSBP, WTON, dan UNTR.

Baca juga: Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia pada Jumat (15/1).

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source