IHSG Nyungsep, ‘Bandar Besar’ Borong Dari 10 Saham Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (12/4/2021), sejumlah saham papan atas justru mencatatkan beli bersih terbesar alias net buy di pasar reguler, memanfaatkan koreksi harga saham.

Sejumlah emiten papan atas yang diburu investor antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). ) meskipun harga sahamnya turun.

Sementara itu, IHSG berada dalam kondisi ‘terjun bebas’, terus melemah sejak Jumat (9/4) lalu. IHSG terpuruk 2.00% meninggalkan level 6.000 ke posisi 5.948.56 pada penutupan sesi perdagangan kedua kemarin.

Data BEI mencatat hanya 123 saham yang naik, 379 saham turun dan 137 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp 9,23 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,11 miliar saham.

Investor pasar saham asing meninggalkan Indonesia dengan rekor penjualan asing bersih mencapai Rp 521,01 miliar di pasar reguler. Sedangkan asing mencatat beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 250,22 miliar.

Di tengah dominasi net sell asing, berikut 10 saham yang masih mencatat net buy meski tidak terlalu tinggi di pasar reguler.

10 Besar Pembelian Asing Neto (12/4) Reguler

1. Erajaya Swasembada (ERAA), beli bersih Rp 12,4 miliar, saham flat Rp505

2. Indofood Sukses (INDF), Rp 11 miliar, flat Rp 6.600

3. Bank Mandiri (BMRI) Rp 7 miliar, saham -2,70% Rp 6.300

4. Adaro Energy (ADRO), Rp 6 miliar, saham -2.07% Rp 1.180

5. Indah Kiat (INKP), Rp 6 Miliar, -6,95% saham Rp 9.375

6. Tower Bersama (TBIG), Rp 4 Miliar, + 0,95% saham Rp 2.130

7. Media Nusantara (MNCN), Rp 3 M, saham -2,06% Rp 950

8, Wijaya Karya (WIKA), Rp 3 Miliar, -6,80% saham Rp 1,370

9. Sarana Menara (TOWR), Rp 2 miliar, saham -1,36% Rp 1.090

10. Telkom (TLKM), Rp. 2 miliar, saham -1,49% Rp. 3.310

Dari data BEI ini, ada dua saham yang mencatatkan beli bersih namun harga sahamnya anjlok menyentuh level auto reject terendah atau ARB (7%) yaitu Indah Kiat (INKP) dengan saham bersih Rp 6 miliar dan saham turun 6,95% menjadi Rp 9.375 / saham dan Wijaya Karya (WIKA) beli bersih Rp 3 miliar, saham ambruk 6,80% Rp 1.370.

INKP juga menjadi top loser pada perdagangan kemarin, bersama ‘saudaranya’ emiten Sinarmas Group lainnya, yakni PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). Kedua perusahaan kertas itu secara bersamaan roboh dan menyentuh ARB.

Menyusul INKP-TKIM, saham emiten tambang batu bara grup Northstar, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), juga turun menjadi ARB pada perdagangan awal pekan ini.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia berakhir di zona merah pada perdagangan Senin (12/4/2021). Koreksi ini disebabkan minimnya sentimen yang mengangkat bursa dan kekhawatiran pelaku pasar di China terkait potensi pengetatan kebijakan suku bunga acuan di tengah ekspektasi optimis data ekonomi yang akan dirilis akhir bulan ini.

Hanya indeks KOSPI Korea Selatan yang masih mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan kemarin setelah ditutup naik 0,12% ke level 3.135,59.

Sedangkan sisanya berakhir di zona merah. Data perdagangan mencatat, indeks Nikkei Jepang berakhir turun 0,77% menjadi 29.538,73, Hang Seng turun 0,86% menjadi 28.453,28, Shanghai Composite China turun 1,09% menjadi 3.412,95, dan IMS Singapura turun 0,33. % menjadi 3.173.93.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source